Serena mengalahkan Li Na pemain China lewat pertandingan tiga set, 2-6 6-3 dan 6-0. Serena hanya kalah empat kali dari 82 pertandingan sepanjang musim 2013 dan finis sebagai petenis nomor satu dunia untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya meraih prestasi itu di musim 2002 dan 2009.
Ini merupakan partai final pertama Li di turnamen akhir musim WTA. Prestasi ini membuat petenis asal China itu finis di urutan ketiga peringkat dunia.
Li Na, kendati kalah tidak terlalu larut dalam kesedihan. Dia juga membukukan rekor ranking tertinggi petenis Asia yang pernah berkiprah di kancah tenis profesional putri.
“Ini merupakan sebuah musim yang panjang, saya sangat senang mengingat saya tidak berpikir akan melewati hal ini,†kata Serena.
“Saya tidak percaya bisa menjadi juara, saya sangat kelelahan. Li bermain sangat baik juga. Ini merupakan sebuah momen yang sangat spesial untuk finis sebagai nomor satu dan memenangkan gelar juara di 40 tahun turnamen WTA,†tambahnya, diberitakan
SkySports, kemarin.
Serena sekaligus memecahkan rekor perolehan hadiah yang tahun lalu dipegang Victoria Azarenka. Serena meraup 12.385,572 dolar AS atau setara Rp 136 miliar, jauh mengatasi rekor Azarenka sebesar 7.923.920 dolar AS atau Rp 87 miliar.
Perolehan ini merupakan perolehan petenis terbesar sepanjang sejarah, baik untuk putra mau pun puteri. Ia hanya kalah dari perolehan Novak Djokovic musim 2011 dan 2012.
Dengan 17 gelar juara turnamen grand slam, Serena masih memiliki peluang untuk mengejar perolehan legenda tenis Steffi Graf yaitu 22 gelar juara turnamen grand slam. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: