"Pak saya kok dapet obatnya dibatasi maksimal Rp 100 ribu, harusnya dapat berapa biji, tapi dipotong, pokoknya nggak boleh lebih Rp 100 ribu," keluh seorang ibu kepada Joko Widodo di RSUD Tarakan, Jakarta, Rabu (23/10).
Mendengar laporan itu, Jokowi langsung mendekati instalasi gawat darurat. Tak lama, ia pun kembali dan menjelaskan kepada si ibu bahwa tidak ada pembatasan obat seperti dikeluhkannya. Pasien tidak bisa sembarangan memilih jenis obat yang diinginkan.
'Nggak bisa milih-milih (obat)," jelasnya.
Lebih lanjut Jokowi katakan, kedatangannya ke RSUD Tarakan untuk melihat sejauh mana perbaikan pelayanan kesehatan di RS milik pemerintah tersebut.
"Nggak, tadi itu kita cuma cek saja pelayanannya seperti apa, ternyata sekarang sudah mulai menurun (antrean pasien)," ujar Jokowi sembari tersenyum
.[wid]
BACA JUGA: