Penyelenggaraan Munas terakhir juga tak berhasil merumuskan penyelesaian yang tepat karena terkesan mengabaikan keberadaan tim 'caretaker'. Padahal, eksistensi caretaker bentukan KONI Pusat dalam upaya penyelesaian konflik PTMSI tak bisa diabaikan. Keberadaan tim caretaker ini yang membuat roda organisasi tenis meja nasional tetap berjalan, terutama dalam menghadapi SEA Games XIX-2013 Desember mendatang di Myanmar.
Kepengurusan tetap PP PTMSI 2013-2018 harus tetap diupayakan. Indonesia mencari figur Ketua Umum PTMSI yang tepat dan layak karena hal ini menyangkut prestasi nasional. Selama ini ada beberapa nama figur yang harus disorot kesiapan, integritas dan kecintaannya pada olahraga tenis meja. Tentu saja, para calon kandidat yang masuk bursa juga harus mampu bersinergi dengan tim 'caretaker' dan pimpinan KONI Pusat.
Sejauh ini dari beberapa pemberitaan olahraga nasional, nama Dr.dr. Ekawahyu Kasih, SH, MM masih cukup mencolok dalam 'bursa' calon ketua umum PP PTMSI 2013-2018. Sementara ini, ia adalah Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran (Diktar) KONI Pusat, sekaligus sebagai ketua Tim Penyusun buku "Grand Strategy Pembangunan Olahraga Prestasi Nasional 2014-2024". Namun, Ekawahyu Kasih sendiri tak ingin masuk dalam kepengurusan caretaker walau dia dekat dengan komunitas tenis meja nasional.
"Nanti, keberadaan saya malah bisa menimbulkan
conflict of interest," ucapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: