Namun, Marquez hanya diganjar hukuman pemotongan satu poin. Repsol Honda juga mendapatkan sanksi pembatalan 25 poin yang diraih Marquez sebagai juara Moto-GP Aragon. Pemotongan itu menjadi yang kedua dialami Marquez setelah diterima pada Moto-GP Inggris.
Race Director MotoGP menilai, hukuman tersebut bisa menjadi peringatan bagi Marquez, yang gaya balapnya agresif dan berpotensi membahayakan para rider lain.
“Pada akhirnya kami harus menghormati keputusan itu. Kami siap dan saya ingin berkonsentrasi di akhir pekan ini (pada GP Malaysia di Sirkuit Sepang),†ujar Marquez dikutip
MotoGP.
Namun, hukuman itu tidak mengecilkan peluang Marquez merebut juara dunia. Marquez yang telah mendulang 278 poin unggul 39 poin atas pembalap Yamaha Jorge Lorenzo.
Sirkuit Sepang memiliki kenangan manis bagi pebalap berusia 20 tahun itu, karena di mana dirinya untuk pertama kali menunggangi motor untuk MotoGP. Kini, ia siap kembali dengan setingan motor yang berbeda.
“Akan menarik melihat lintasan ini dan gaya membalap saya, karena tes pertama saya di MotoGP adalah di sini dan kini beberapa hal sudah berubah terkait dengan peralatan elektronik dan lain sebagainya.â€
Marquez kini tetap berada di peringkat pertama klasemen pembalap dengan poin 278 atau unggul 39 poin dari pesaing utamanya, Jorge Lorenzo dari Yamaha. Sayang, atas kejadian di GP Aragon, Honda mendapat pengurangan 25 poin pada klasemen manufaktur. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: