Pasalnya hampir setiap klub Inggris kini didominasi oleh pemain asing, sedangkan pemain lokal tampak kurang diberdayakan. Hal ini dikhawatirkan Ferdinand dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pemain lokal yang notabene pemain muda jika mereka sering dicadangkan.
“Ada lingkaran negatif di sini. Pemain-pemain muda Inggris harus bermain di tim cadangan,†jelas Ferdinand.
Melihat kondisi ini, Ferdinand mendesak adanya aturan yang membatasi jumlah pemain asing yang bermain di Premier League. Aturan ini menurutnya mendesak dilaksanakan jika Inggris ingin lolos ke Piala Dunia.
“Lihat saja pertandingan Manchester City melawan Newcastle. Dari 22 pemain yang menjadi starter mungkin hanya ada tiga pemain Inggris. Ini memalukan. Menurutku harusnya ada peraturan mengenai jumlah minimum pemain Inggris dalam skuad klub.
Kami berharap bisa lolos ke Piala Dunia sementara tak banyak pemain yang dapat kesempatan bermain di klub,†kata Ferdinand kepada
Daily Mail.Selain itu, Ferdinand juga menyoroti mahalnya gaji pemain asing. Rata-rata mereka di gaji antara 30 ribu-50 ribu pond atau Rp 500 juta – Rp 800 juta perminggu. Mahalnya gaji mereka acapkali membuat manajer klub dihadapkan dengan persoalan ‘simalakama’. Sebab jika pemain asing yang mahal ini tidak dimainkan tentu akan merugikan klub secara finansial, namun disisi lain jika mereka terus-terusan yang dimainkan otomatis pemain lokal menjadi kurang jam terbangnya.
“Sekarang para manajer punya banyak pemain asing yang tak sebagus Thierry Henry atau Eric Cantona, tapi gaji mereka selangit. Sementara kalau manajer memainkan pemain Inggris, pimpinan klub akan menyebut tindakan tersebut sebagai pemborosan,†sindir dia.
Namun Ia tidak menampik kehadiran pemain-pemain asing yang berkualitas memberikan dampak positif terhadap pemain lokal. Ferdinan juga tidak bermaksud untuk menghilangkan sama sekali pemain asing di klub Inggris, hanya saja ia menyarankan agar setiap klub Inggris ke depan untuk lebih selektif memakai pemain asing.
“Pemain-pemain asing terbaik membawa efek positif yang tak diragukan. Henry, Dennis Bergkamp, Cantona, Gianfranco Zola membawa efek positif. Permainan kami tak akan meningkat tanpa mereka. Etos kerja Arsene Wenger di Arsenal juga mengubah beberapa hal di luar lapangan, dan itu positif. Ada tempat untuk bakat asing elit. Tapi aku tak suka mengorbankan pemain muda Inggris untuk pemain asing yang tak bagus-bagus amat,†tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: