Pemain berusia 21 tahun yang didatangkan Barca dari Santos dengan mahar 57 juta euro (Rp 780 miliar) memang perlu beradaptasi dengan lingkungan barunya, seiring berbedanya culture dan gaya sepakbola Brasil dengan Spanyol. Terlebih, kedatangannya ke negeri Matador dengan mahar selangit plus predikat sebagai calon bintang dunia sudah pasti memberi tekanan baginya untuk membuktikan kualitasnya di lapangan.
“Saya menyadari akan adanya tekanan itu. Tapi saya tak ingin menjadikan hal tersebut sebagai beban dan saya hanya mencoba untuk tenang,†kata Neymar seperti dilansir
Goal, kemarin.
Dia berpendapat, tekanan itu merupakan bagian dari sepakbola dan hampir semua pemain pernah merasakan hal tersebut. Namun yang penting adalah, bisa bermain baik dan membantu tim sekaligus mewujudkan ekspektasi banyak kalangan terhadap dirinya.
“Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah mencoba untuk beradaptasi secepat mungkin, Barca memainkan sepakbola terindah dalam sepakbola, jadi saya akan berusaha untuk secepatnya bisa beradaptasi dengan permainan di sini,†tandas pemain yang disebut-sebut jadi penerus legenda hidup sepakbola Brasil, Pele ini.
Dia mengaku, selain sudah akrab dengan Daniel Alves yang notabene rekan setimnya di Timnas Brasil, dirinya juga sudah cukup dekat dengan beberapa pemain El Barca lainnya. Termasuk pemain bintang mereka Lionel Messi.
“Saya baru sepekan disini (Barcelona). Tapi hubungan saya dengan Messi fantastis. Saya berbicara dengannya setiap hari. Messi adalah pemain terbaik di dunia, dan saya benar-benar menaruh hormat kepadanya,†ujarnya.
Saat ini, Neymar tengah bersiap untuk menghadapi juara Copa Del Rey, Atletico Madrid pada ajang Piala Super Spanyol. Duel akan berlangsung dua leg, di Stadion Vicente Calderon Madrid 22 Agustus dan di Camp Nou, sepekan kemudian. Jika dimainkan, tentu dia akan berupaya keras mempersembahkan gelar. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: