Dengan hasil itu, dipastikan Spanyol akan bertemu dengan tuan rumah Brazil, 30 Juni. Rasa lelah saat berduel dengan Italia ditambah suhu lembab dan panas di negeri tim samba, tak menggentarkan pelatih La Furia Roja, Vicente Del Bosque.
Belum juga mengering keringat anak-anak asuhnya dari laga semifinal, Del Bosque sudah berani mengatakan siap juara. Menurutnya, untuk tim seperti Spanyol, tak mengenal cari-cari alasan.
“Saya tidak mau mencari-cari alasan. Itu (kelelahan) tidak seharusnya jadi alasan. Pertandingan nanti bakal jadi pertandingan yang berbeda. Kami punya waktu istirahat 72 jam, yang lainnya punya waktu lebih banyak, tapi kami berniat untuk tampil sebaik mungkin. Tidak sabar untuk itu,†tegasnya di situs resmi FIFA.
Meski begitu, pelatih yang membawa tim Matador menjadi juara dunia di Piala Dunia 2010 ini, masih mengakui keunggulan dan dominasi Brazil di kancah sepakbola dunia. Ditambah, dengan titel raihan trofi Piala Dunia terbanyak, lima kali.
“Brazil adalah favorit. Mereka punya lima gelar Piala Dunia, tiga Piala Konfederasi, dan kami akan menghadapi mereka di Maracana. Kami sendiri antusias untuk menghadapinya,†ujarnya.
Di laga semifinal, kedua tim sama-sama punya banyak peluang dan bisa bertahan hingga adu penalti, namun akhirnya Spanyol yang melaju ke final. Memang Italia kalah dalam sisi mental dari La Furia Roja.
Satu per satu algojo Spanyol dan Italia sukses menunaikan tugasnya hingga eksekutor ketujuh Italia, Leonardo Bonucci, membuang kesempatan setelah tembakannya melayang jauh di atas mistar.
Sebelum menendang, Bonucci disebut-sebut tak melihat wajah Iker Casillas secara langsung, entah gugup atau memang itu taktik dari bek Juventus itu dalam eksekusi penalti.
Spanyol memastikan tiket babak akhir setelah Jesus Navas sukses menyarangkan bola di pojok kanan jala Buffon. Tim Matador menang 7-6 dan Navas pun meluapkan kegembiraannya.
“Saya sangat yakin pada diri sendiri dan juga tim. Saat itu saya tidak memikirkan apapun karena saya tahu apa misi saya saat itu. Beruntung saya mampu melakukannya. Kami kuat secara mental dan itulah yang membuat perbedaan,†tandas Navas. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: