Seperti dilansir Autosport, kemarin, kematian pebalap yang berjuluk The Pampas Bulls ini membuat presdien Ferrari, Luca di Montezemolo sedih dan kehilangan seorang teman sejati. “Kami sering berbincang-bincang soal masa lalu, tentang mobil atau mesin. Termasuk, tentang pengalamannya ketika masih membalap di Ferarri,†katanya.
Perlu diketahui, Gonzales resmi bergabung dengan Ferrari pada 1951 silam setelah mengawali debut di Eropa bersama Maserati pada tahun 1950. Dia berhasil menjadi juara F1 pertama bagi Ferrari setelah mengalahkan pembalap milik Alfa Romeo, Juan Manuel Fangio dalam ajang British Grand Prix di Silverstone, 1951. Namun, ia berada di posisi tiga saat menyelesaikan musim itu.
Pria kelahiran Argentina 5 Oktober 1922 itu sempat kembali ke Maserati, meskipun pada tahun 1953 mengalami cedera punggung, setelah kecelakaan pada perlombaan di Lisbon. Kemudian dia kembali ke Ferrari pada 1954, dan memenangkan British Grand Prix untuk kedua kalinya. Kemudian Gonzales melanjutkan kariernya di F1 sampai 1960 dan sempat naik podium setelah finis di posisi dua pada Grand Prix Argentina pada 1955. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: