Barca kemudian mengukuhkan gelar juara dengan kemenangan 2-1 (0-0) atas Atletico Madrid, di kandang Atletico, Vicente Calderon dini hari kemarin (13/5) WIB. Dalam laga itu, kedua tim bermain sama kuat tanpa gol di sepanjang pertama. Gol-gol baru tercipta di paruh kedua. Tim tuan rumah unggul lebih dulu dengan gol Radamel Falcao.
Alexis Sanchez kemudian menyeimbangkan permainan sebelum gol bunuh diri Gabi memastikan kemenangan Barcelona.
Tiga angka tambahan yang didapat membuat pasukan Tito Vilanova itu kini mengemas 91 angka dari 35 kali bertanding sedangkan Atletico tetap di peringkat ketiga dengan 72 poin hasil 36 pertandingan.
Terkait gelar juara La Liga, bek El Barca Dani Alves menegaskan bahwa gelar ini dipersembahkan untuk sang pelatih Tito Vilanova dan anak asuhnya Eric Abidal yang telah kembali ke Barcelona setelah berjibaku melawan penyakit masing-masing.
Dia menuturkan bahwa gelar La Liga musim ini sangat spesial, pasalnya Barca sempat ditinggalkan sementara oleh Vilanova yang sakit dan kehilangan Abidal yang juga bermasalah serupa. Karena itu, dia mempersembahkan gelar ini untuk Vilanova dan Abidal.
“Aku ingat ketika Abidal dan Tito kembali ke tim. Ini adalah tahun yang spesial karena kami memenangi sesuatu yang lebih penting dari sekadar piala, kami memenangi pertarungan untuk hidup Abi dan Tito. Liga ini adalah untuk mereka, untuk segalanya yang sudah mereka derita,†tandasnya di situs resmi klub.
Sekedar catatan, Vilanova harus menjalani perawatan di New York untuk penyakit tumor pada kelenjar liurnya.
Entrenador 44 tahun itu absen mendampingi Lionel Messi dan kawan-kawan.
Sejak bulan Desember tahun lalu dan baru kembali di bulan Maret.
Sedangkan, Abidal divonis mengidap kanker hati di tahun 2011. Setelah menjalani operasi transplantasi hati di tahun lalu, Abidal akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa kembali merumput. Laga melawan Real Mallorca awal April lalu jadi laga kompetitif pertama Abidal setelah absen hampir dua tahun.
Sementara itu, Direktur Sepakbola Barcelona, Andoni Zubizarreta, menegaskan era mereka belum berakhir. Terlebih lagi mereka meraihnya dengan konsistensi, hanya kalah dua kali sepanjang musim. “Orang-orang berbicara tentang akhir dari sebuah siklus kejayaan Barcelona, tapi kami telah membuktikan melalui titel juara La Liga, titel tentang konsistensi,†ujar Zubizarreta. [Harian Rakyat Merdeka]