Mission Impossible

Real Madrid vs Dortmund

Selasa, 30 April 2013, 08:32 WIB
Mission Impossible
Sami Khedira
rmol news logo Real Madrid akan menjalani mission impossible alias misi yang mustahil di leg kedua babak semifinal kontra Borussia Dortmund, dini hari nanti WIB. Karena itu, Sami Khedira dkk mengharapkan dukungan penuh fans di Santiago Bernabeu untuk membalikkan keadaan.

Berlaga di Signal Iduna Park sepekan lalu, Madrid dipaksa mengakui kehebatan tuan rumah Dortmund dan harus menerima kekalahan 1-4 di leg pertama babak semifinal Liga Champions. Dengan hasil itu, Los Merengues paling tidak butuh kemenangan 3-0 untuk lolos ke partai puncak sekaligus menjaga kans mencatatkan La Decima.

Meski misi di leg kedua nanti tak akan mudah, Khedira tetap optimistis Madrid bisa melakukannya. Pemain berkebangsaan Jerman itu menyebutkan demi dukungan fans di Santiago Bernabeu pada Rabu mendatang, mereka akan terus berjuang pasalnya dukungan dari para supporter sangat berperan penting dalam upaya Madrid untuk membalikkan keadaan.

“Mereka akan mendukung kami 100 persen sejak kick-off dengan keyakinan penuh, seperti yang mereka lakukan. Aku tidak khawatir soal hal itu. Dukungan penonton di kandang krusial untuk laga ini dan itu bisa jadi faktor penentu. Aku yakin suporter Madrid akan memberi kami kekuatan lebih di laga ini,”lugasnya di situs resmi klub.

Selain itu, comeback gemilang yang pernah dilakukan Madrid di Bernabeu juga menambah motivasi Khedira. Seperti yang pernah terjadi di babak 16 besar Piala UEFA musim 1985/1986, Madrid yang kalah 1-5 di kandang Borussia Moenchengladbach mampu mencatatkan kemenangan 4-0 di Bernabeu dan lolos ke perempatfinal.

“Real Madrid sudah menyaksikan banyak malam ajaib di Bernabeu, khususnya di kejuaraan Eropa. Kami akan mencoba untuk menambah daftar itu dan kami memasang target setinggi mungkin,” ujar gelandang Madrid itu.

Sekali lagi dia menegaskan agar para rekan-rekannya untuk tetap fokus, dan harus memperbaiki kegagalan yang dialami merek pecan lalu saat dijamu Dortmund. Meski, dianggapnya hal yang hampir mustahil, namun dia yakin tidak ada yang tidak mungkin jika masih ingin berusaha sekuat tenaga.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk memperbaikinya. Di leg pertama, kami tidak meyakinkan sebagai tim dan kami lemah. Sekarang kami harus mencapai yang tidak mungkin, namun selama masih ada usaha tidak ada yang tak mungkin,” lugasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA