Begitu dikatakan Koordinator Forum Warga Guntur yang juga aktivis dari Lembaga Pengawasan Pejabat Publik RI (LP3RI), Iyan Oktavianus saat ditemui wartawan di kediaman dinas Jokowi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Minggu (14/4).
"Akan kita tunggu sampai pak Jokowi datang kesini. Beliau bilang rumah beliau rumah rakyat juga, kami menunggu sampai beliau datang, duduk di sini pun kami tidak masalah, kami warga Guntur mau ketemu beliau, ada kerinduan dari warga Guntur untuk bertamu, kami bertamu sampai Pak Jokowi datang," ujar Iyan.
Kedatangan mereka, lanjutnya, untuk meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah Jakarta. Sebab, pasca digusur, banyak warga Guntur kehilangan tempat tinggal dan kehilangan pekerjaan. Selain itu, anak-anak korban penggusuran pun terancam putus sekolah.
"Warga Guntur direlokasi, kami tinggal di gedung karang taruna di Kelurahan Guntur. Ada 150 orang tinggal disitu, disana sangat sesak, sampai kini belum ada kejelasan. Oleh karena itu, keinginan untuk bertamu, kami merasa punya kerinduan, untuk mengadukan ke gubernur," ungkapnya.
Meski saat ini Jokowi dikabarkan berada di Solo, Jawa Tengah, untuk kampanye Ganjar Pranowo, ratusan warga Guntur ini pun tidak merasa kedatangannya sia-sia. Pasalnya meraka akan menunggu hingga Jokowi datang kembali ke Jakarta.
"Kita akan tetap menunggu di sini, sampai bisa ketemu pak Jokowi," tegasnya lagi.
Saat ini kediaman dinas Jokowi nampak dijaga ketat oleh pihak keamanan rumah dinas serta pihak Kepolisian dan Satpol PP.
Berdasarkan pantauan
Rakyat Merdeka Online, ratusan warga ini nampak duduk di depan pagar rumah dinas mantan Walikota Solo itu, mereka duduk tanpa alas dan berada di bawah terik matahari langsung.
[ian]
BACA JUGA: