DPR Minta Menpora Serius Tangani Dugaan Malpraktik Atas Adinda Yuanita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 26 Maret 2013, 12:57 WIB
DPR Minta Menpora Serius Tangani Dugaan Malpraktik Atas Adinda Yuanita
ADINDA YUANITA/IST
rmol news logo Musibah yang menimpa atlit equestrian andalan Indonesia, Adinda Yuanita turut menarik perhatian kalangan legislator di Senayan.

Adinda terpaksa batal tampil di ajang Rolex Worldcup 2013 di Swedia setelah jatuh sakit akibat dugaan malpraktik salah satu dokter di rumah sakit di Jakarta. Seperti diketahui Adinda bukan sekadar atlet, dia juga pelatih sekaligus salah satu sponsor yang menyediakan kuda bagi atlet equestrian Indonesia tersebut

"Saya pikir ini juga (kejadian yang menimpa Adinda) menjadi perhatiin Komisi X juga. Ini menyangkut olahraga dan batalnya Indonesia tampil di Rolex Worldcup 2013 di Swedia. Apalagi dia bukan hanya sekedar seorang atlit, tapi juga sponsor, " kata anggota Komisi X DPR, Muslim saat dihubungi wartawan, Selasa (26/3).

Kejadian dugaan malpraktek ini berawal pada 13 November lalu. Saat itu, Adinda ingin memeriksakan kondisi fisiknya dengan salah seorang dokter sepesial tulang di salah satu rumah sakit swasta yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan mendapatkan suntikan Tramal (pain killer) serta memberikan infus Aclasta selama tiga hari (17-20 November), kondisi Adinda justru kian memburuk. Padahal, sebelum menemui dokter, Adinda berhasil meraih empat medali di Kejurnas EFI, Sentul, Jawa Barat, 9-11 November 2012.

Alhasil Adinda pun harus berobat ke Singapura secara rutin dan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Kita minta agar Menpora dan KONI lebih serius menangani kasus malpraktik terhadap atlit ini oleh dokter rumah sakit itu," ujar Muslim.

Adinda yang pernah meraih prestasi sebagai wisudawati terbaik Fakultas Teknik Industri tahun 2000 Universitas Indonesia itu, sempat merasakan derat badan naik hingga sembilan kilogram, merasakan wajahnya membengkak, mati rasa, punuk yang menebal, badan biru-biru, tremor, sakit kepala yang luar biasa, ngilu pada tulang serta otot yang sangat lemah.

"Kita pun menyayangkan hilangnya kesempatan Indonesia untuk tampil di Piala World Cup di Swedia. Komisi X terus mendukung para atlit untuk menyuarakan berbagai masalah, termasuk masalah malpraktik ini," tuturnya.

"Komisi X terbuka jika atlit tersebut ingin mengeluarkan keluh kesahnya kepada kami," tandasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA