Djoker sapaan akrab Djokovic menilai pengadaan lapangan di Kota Charleroi, Belgia itu terkeÂsan asal-asalan. Tuan rumah mengÂgunakan tanah liat di atas
ParÂket atau lantai dari kayu, seÂhingÂga membuat permukaan laÂpangan bergelombang.
Baginya, lapangan yang akan dijadikan tempat laga tim Piala Davis Serbia melawan Belgia itu saÂngat dipaksakan dan membaÂhayakan pemain yang akan berÂtanding.
“Ini lapangan terburuk yang pernah saya temui. Bagaimana mungkin lapangan tanah liat bisa bermain solid, dan baik kalau taÂnah liat itu ditumpuk di atas
ParÂket,†kecam Djokovic, seperti diÂlansir
Reuter, kemarin.
Dia merasakan ketidaknyaÂman dan keamanan menggunaÂkan lapangan tanah liat itu saat meÂlakukan latihan.
“Beberapa kali berusaha melaÂkukan
sliding namun kaki ini seÂperti tersangkut di tanah.â€
Djokovic yang baru kembali berÂgabung bersama tim Davis, sejak September 2011 mengaku dirinya masih merasakan jetlag, usai mengalahkan petenis asal Inggris, Andy Murray di final Australian Open 2013.
“Saya belum sepenuhnya puÂlih, tapi pasti akan melakukan yang terbaik dengan memperÂsiapÂkan diri untuk pertandingan besok.â€
Untuk melawan Belgia, Serbia terpaksa bermain tanpa petenis peringkat sembilan dunia, Janko Tipsarevic yang tengah mengaÂlami cedera. Namun hal itu tidak meÂngurangi kans Serbia menjadi faÂvorit mengungguli Belgia di baÂbak pertama Piala Davis ini. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: