Peraih gelar Super ChamÂpiÂons kelas bulu WBA Chris John buka rahasia soal strategiÂnya saat menghadapi petinju Thailand, Chonlatarn PiriyapiÂnyo dalam perebutan gelar di Singapura, 9 November, mendatang.
Petinju berjulukan The DraÂgon ini mengaku akan menjaga jarak saat bertarung dengan ChonÂlatarn. Soalnya, dia memiÂliki gaya bertarung sama yaitu counter boxer. “Saya tetap akan menjaga jarak saat bertÂarung melawan dia (ChonlaÂtarn, red),†kata Chris John.
Pemegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya deÂngan KO) dan dua kali seri ini juÂga menyatakan, akan tetap mengÂgunakan strategi lama seÂperti pertarungan sebelumnya. “Saya tetap akan menerapkan gaÂya bertarung saya, yaitu ‘counÂter boxer’,†katanya.
Pertarungan melawan ChonlaÂtarn merupakan pertarungan ke-17 bagi The Dragon untuk memÂpertahankan gelarnya sejak mÂeÂrebutnya dari petinju KolomÂbia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali 2003.
Sebanyak 16 kali pertarungan sebelumnya bagi petinju asal KaÂbupaten Banjarnegara, Jawa TeÂngah tersebut, lima kali melalui tarung wajib atau “nandatory fight†dan 11 kali melalui pertaÂrungan pilihan.
Kelima pertarungan wajib yang dijalani Chris John adalah meÂlawan Jose Cheo Rojas (VeneÂzueÂla), Juan Manuel Marquez (MekÂsiko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Roinet Caballero (PanaÂma), dan Hiroyuki Enoki.
Bahkan usai memenangkan pertarungan melawan Hiroyuki Enoki, Chris John mendapat geÂlar Super Champion karena berÂhasil mempertahankan gelarnya sebanyak sepuluh kali tanpa putus.
Sementara itu, juara dunia keÂlas bulu IBO Daud Yordan juga tidak meremehkan penantangÂnya dari Inggris Choi TseveenÂpurev yang juga akan berlaga sebeÂlum Chris John di hari yang sama.
Petinju dengan rekor bertaÂrung 29 kali menang (23 di antaÂranya dengan KO) dan dua kali kalah ini mengatakan, dari sisi usia, memang dia lebih muda diÂbandingkan dengan petinju yang berasal dari Inggris tersebut. Daud Yordan saat ini berusia 25 taÂhun, sedangkan Choi TseveenÂpurev berusia 41 tahun.
Selain itu, katanya, dari rekor berÂtarung, dia juga lebih baik kaÂrena saat ini memiliki rekor berÂtarung 29 kali menang dan dua kali kalah. Sementara Choi TseÂveenpurev memiliki rekor berÂtarung 36 kali menang (24 di anÂtaranya dengan KO) dan lima kali kalah.
“Kalau saya lihat rekaman perÂtarungan dia, Choi itu makin tua makin menjadi,†kata petinju SaÂsana Kayong Utara itu.
Dia mengatakan, dirinya deÂngan Choi memiliki kesamaan daÂlam gaya bertarung, yaitu saÂma-sama petinju fighter sehingÂga siapa yang kuat dan pintar mengatur strategi bakal keluar sebagai pemenang.
“Saya tetap akan menerapkan gaya bertinju sama dengan dia. Artinya, saya akan melakukan pertarungan jarak dekat dengan melancarkan pukulan,†katanya.
Choi Tsevenpureev adalah petinju kelahiran Mongolia yang saat ini tinggal di Inggris. PertaÂrungan terakhir Choi adalah saat menang TKO pada ronde kedeÂlapan atas petinju Perancis, BasÂtien Rozeaux, di The Troxy, IngÂgris, 23 Maret 2012.
Sementara itu, pertarungan terÂakhir yang dijalani Daud YorÂdan adalah saat menang KO pada ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di SingaÂpura, 5 Mei 2012. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: