Memiliki Gaya Sama, Chris John Bakal Jaga Jarak

Jelang Duel Lawan Petinju Thailand

Rabu, 10 Oktober 2012, 09:19 WIB
Memiliki Gaya Sama, Chris John Bakal Jaga Jarak
Chris John vs Chonlatarn Piriyapi­nyo
rmol news logo Peraih gelar Super Cham­pi­ons kelas bulu WBA Chris John buka rahasia soal strategi­nya saat menghadapi petinju Thailand, Chonlatarn Piriyapi­nyo dalam perebutan gelar di Singapura, 9 November, mendatang.

Petinju berjulukan The Dra­gon ini mengaku akan menjaga jarak saat bertarung dengan Chon­latarn. Soalnya, dia memi­liki gaya bertarung sama yaitu counter boxer. “Saya tetap akan menjaga jarak saat bert­arung melawan dia (Chonla­tarn, red),” kata Chris John.

Pemegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya de­ngan KO) dan dua kali seri ini ju­ga menyatakan, akan tetap meng­gunakan strategi lama se­perti pertarungan sebelumnya. “Saya tetap akan menerapkan ga­ya bertarung saya, yaitu ‘coun­ter boxer’,” katanya.

Pertarungan melawan Chonla­tarn merupakan pertarungan ke-17 bagi The Dragon untuk mem­pertahankan gelarnya sejak m­e­rebutnya dari petinju Kolom­bia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali 2003.

Sebanyak 16 kali pertarungan sebelumnya bagi petinju asal Ka­bupaten Banjarnegara, Jawa Te­ngah tersebut, lima kali melalui tarung wajib atau “nandatory fight” dan 11 kali melalui perta­rungan pilihan.

Kelima pertarungan wajib yang dijalani Chris John adalah me­lawan Jose Cheo Rojas (Vene­zue­la), Juan Manuel Marquez (Mek­siko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Roinet Caballero (Pana­ma), dan Hiroyuki Enoki.

Bahkan usai memenangkan pertarungan melawan Hiroyuki Enoki, Chris John mendapat ge­lar Super Champion karena ber­hasil mempertahankan gelarnya sebanyak sepuluh kali tanpa putus.

Sementara itu, juara dunia ke­las bulu IBO Daud Yordan juga tidak meremehkan penantang­nya dari Inggris Choi Tseveen­purev yang juga akan berlaga sebe­lum Chris John di hari yang sama.

Petinju dengan rekor berta­rung 29 kali menang (23 di anta­ranya dengan KO) dan dua kali kalah ini mengatakan, dari sisi usia, memang dia lebih muda di­bandingkan dengan petinju yang berasal dari Inggris tersebut. Daud Yordan saat ini berusia 25 ta­hun, sedangkan Choi Tseveen­purev berusia 41 tahun.

Selain itu, katanya, dari rekor ber­tarung, dia juga lebih baik ka­rena saat ini memiliki rekor ber­tarung 29 kali menang dan dua kali kalah. Sementara Choi Tse­veenpurev memiliki rekor ber­tarung 36 kali menang (24 di an­taranya dengan KO) dan lima kali kalah.

“Kalau saya lihat rekaman per­tarungan dia, Choi itu makin tua makin menjadi,” kata petinju Sa­sana Kayong Utara itu.

Dia mengatakan, dirinya de­ngan Choi memiliki kesamaan da­lam gaya bertarung, yaitu sa­ma-sama petinju fighter sehing­ga siapa yang kuat dan pintar mengatur strategi bakal keluar sebagai pemenang.

“Saya tetap akan menerapkan gaya bertinju sama dengan dia. Artinya, saya akan melakukan pertarungan jarak dekat dengan melancarkan pukulan,” katanya.

Choi Tsevenpureev adalah petinju kelahiran Mongolia yang saat ini tinggal di Inggris. Perta­rungan terakhir Choi adalah saat menang TKO pada ronde kede­lapan atas petinju Perancis, Bas­tien Rozeaux, di The Troxy, Ing­gris, 23 Maret 2012.

Sementara itu, pertarungan ter­akhir yang dijalani Daud Yor­dan adalah saat menang KO pada ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singa­pura, 5 Mei 2012. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA