Ambisi itu untuk mengobati tiga kegagalan grand slam muÂsim ini. Dari tiga kali grand slam, tiga kali Sharapova gagal. Di AusÂtralia Terbuka, dia kandas di babak perÂempatfinal oleh petenis Jerman, Andrea Petkovic. Lalu, di Prancis Terbuka, giliÂran petenis China, Li Na menyingÂkirkan Sharapova di semifinal.
Di Wimbledon, kekasih pebasÂket Sasha Vujacic itu sukses meÂlaju ke babak final. Sayang, dia digagalkan peteÂnis Republik Ceko, Petra Kvitova.
Menghadapi AS Terbuka yang digelar bulan depan (Agustus), Sharapova mempunyai ambisi ingin mengulang kesukÂsesannya pada 2006 yang saat itu, dia meÂraih gelar AS Terbuka pertaÂmaÂnya.
“Saya ingin mengulang keÂsukseÂsÂan lima tahun lalu,†kata ShaÂraÂpova yang mengoleksi tiga kali geÂlar grand slam.
Sharapova memenangi gelar grand slam pertamanya di Wimbledon pada 2004 ketika maÂsih berusia 17 tahun. Dua taÂhun kemudian Sharapova mereÂbut grand slam keduanya di AmeÂrika Terbuka, dan disusul Australia Terbuka pada 2008.
Setelah meraih grand slam 2008, prestasi petenis berusia 24 tahun itu mulai mengalami keÂmunÂduran karena dibekap cedeÂra. Bahkan, sempat memikirkan untuk pensiun dini dari tenis.
Kini, setelah cederanya pulih, sedikit demi sedikit Sharapova mulai kembali bangkit dan meÂningkatkan performa dan peringÂkatnya.
Sebelum mengikuti AS TerÂbuka musim ini, Sharapova terus mempertajam kemampuannya di ajang pemanasan grand slam yaitu turnamen tenis Bank of the West Classic. Dia berhasil meÂngalahkan petenis Slovakia DanieÂla HantuÂchova 6-2, 2-6 dan 6-4.
“Saya masih harus memperÂbaiki hal-hal kecil untuk mendaÂpatkan permainan yang lebih konsisten,†kata Sharapova seÂusai mengalahkan Hantuchova.
Bermain melawan HantuchoÂva, Sharapova tidak menemukan kenÂdaÂla berarti diset pertama dan meÂÂnang mudah 6-2.
Di set kedua, HantuÂchova tampil lebih superior unÂtuk memenangkan set 2-6, sebeÂlum akhirnya Sharapova kembali menang 6-4 di set pamungkas.
“Saya bermain bagus di set perÂtama, lalu saya seperti hilang konÂsentrasi di set berikutnya. BeÂruntung, saya bisa memperÂtahanÂkan momentum untuk menang di set ketiga,†tutur Sharapova.
Di perempat final, Sharapova berpeluang bertemu dengan SeÂrena Williams yang selalu menÂjadi musuh bebuyutannya sejak 2004 silam. “Saya kalah dalam dua pertandingan terakhir melaÂwannya. Anda tidak akan bisa beristirahat saat melawan SereÂna. Dia memang tidak bermain cuÂÂkup lama, tapi dia masih peÂsaing yang kuat. Hingga hari ini, dia sudah memiliki 12 gelar Grand Slam dan aku hanya puÂnya tiga,†tegasnya.
Sementara itu, juara AS TerÂbuka 2009, Juan Martin del Potro kemÂbali melakoni laga berat di babak kedua turnamen Farmers Classic, Los Angeles. Petenis ArÂgentina itu mendapat perlawanan keras sebelum mengalahkan peÂteÂnis tuan rumah James Blake 6-4, 7-6 (3) untuk mencapai peÂrempat final.
“Laga kedua ini tidak kalah beratnya (dengan pertandingan babak pertama). Tapi aku bisa mempertahankan permainan apik ku,†ujar Del Potro yang teÂngah berjuang kembali masuk peÂringkat 10 dunia.
[rm]
BERITA TERKAIT: