Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Djohar Arifin Husein Janji PSSI Transparan

Selasa, 12 Juli 2011, 06:14 WIB
Djohar Arifin Husein Janji PSSI Transparan
RMOL. Ketua Umum baru PSSI, Djo­har Arifin Husein, menjanjikan transparansi pada organisasi yang dipimpinnya. Bahkan akun­tan publik kelas satu akan diundang untuk menjamin tranparansi dana.

“Ini bukan untuk mencari-cari kesalahan. Hanya untuk lebih baik di masa depan. Kami juga ingin mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat dan peng­usaha (sebagai sponsor). Keper­ca­yaan ini adalah modal agar bisa bekerja sama dengan pihak mana pun,” ujar Djohar didam­pi­ngi tujuh Exco PSSI kemarin.

Hasil dari audit ini nantinya akan diumumkan ke publik. Apa­kah enam bulan sekali atau se­tahun sekali. Sehingga nanti­nya masyarakat mengetahui ke­ua­ngan PSSI.

“Yang pasti kami akan me­ngundang akuntan yang biasa di­undang klub-klub profe­sio­nal. Semuanya harus transpa­ran. Hasil audit  akan diumum­kan. Itu (audit) dilakukan enam bulan sekali atau setahun sekali, atau lebih,” jelas mantan pemain tim nasional tersebut.

Djohar melanjutkan, audit pen­ting karena PSSI adalah mi­lik ma­syarakat. Jadi, masya­ra­kat berhak tahu apa yang terjadi pa­da keua­ngan PSSI.

“Kami ingin ma­sya­ra­kat juga merasa memi­liki (PSSI). Kami ingin masyara­kat tahu, kami mulai dari sini. Tahu asetn­ya PSSI. Semua harus ber­tanggung jawab,” pungkas Djohar.

Disinggung soal nantinya di­temukan sesuatu yang janggal, ia menyebut bahwa itu bukanlah urusan mereka. “Kalau ada se­sua­tu itu bukanlah urusan kami. Tran­sparan yang kami ingin­kan,” tegasnya.

Sementara itu, pengalaman pahit dialami wartawan sepakbo­la, Antonius Bramantoro sepu­lang dari peliputan Kongres PSSI di Solo. Bramantoro menjadi kor­ban pencurian di tengah perjala­nan dari Solo menggunakan Ke­reta Api (KA) Eksekutif Argo Dwipangga jurusan Solo-Jakarta.

Laptop wartawan Tribun­news.com itu dicuri di tengah per­jalanan menuju Ibu Kota Ja­karta. Semula salah satu karya­wan swasta di bilangan Palmerah ini duduk di 1 A-B, gerbong 8 KA Eksekutif Argo Dwipangga Ex­tra. Barang bawaan pun ditaruh.

Sekitar pukul 06.00 WIB, saat hendak mengambil laptop dari sebuah tas, laptop yang dicari jus­tru raib. Yang ada hanya se­tum­puk kertas ukuran folio satu rim, lengkap dengan rapi plastik. “Pas mau ambil laptop di tas, tiba-tiba udah enggak ada,” kata Braman­toro di Jakarta, kemarin.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA