Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Nadal Bertekad Balas Dendam

Warga Serbia Pesta Pora Sambut The Djoker

Selasa, 05 Juli 2011, 02:07 WIB
Nadal Bertekad Balas Dendam
Rafael Nadal
RMOL. Kekalahan Rafael Nadal atas Novak Djokovic di final Grand Slam Wimbledon hari Minggu, (3/7) lalu menyisakan sakit hati. Petenis Spanyol itu bertekad akan balas dendam.

Kekalahan Nadal di partai puncak bukan kali pertamanya atas petenis Serbia itu. Sebe­lum­nya, Nadal empat kali tumbang di final yaitu Pacific Life Terbu­ka,  Sony Ericsson Terbuka, Ma­drid Terbuka dan Roma Terbuka.

Yang lebih tragis, kekalahan  terakhir juga diiringin lepasnya  gelar nomor satu dunia milik Na­dal ke tangan Djokovic.

“Pe­ngalamanku mengatakan le­vel Novak tidak akan selama­nya bertahan. Saya akan berada di sini untuk terus bertarung, me­nunggu kesempatanku untuk me­nga­lah­kannya,” tekad Nadal.

Meski kalah di final Grand Slam ke-13 nya, Nadal tak mau ber­lama-lama meratapi kega­ga­lan tersebut. Petenis berusia 25 ta­­hun itu berjanji akan bangkit dan menunggu kesempatan mem­ba­las kekalahan atas Djokovic.

“Memang benar, kita bisa me­nganalisa bahwa permainanku tidak merepotkannya. Sekarang kita harus menemukan cara su­pa­ya lain waktu saya bisa meng­alah­kannya. Saya pernah meng­alah­kannya di masa lalu. Tapi saat ini dia sedang dalam momen ter­baik di kariernya,” ungkapnya.

“Jika pada pertemuan final keenam nanti tetap gagal, saya akan mencobanya lagi di perte­muan yang ketujuh. Saya akan terus mencobanya di setiap per­te­­muan. Itulah semangat olahra­ga ini,” kata Nadal yang sudah meraih sepuluh gelar grand slam.

Di tempat terpisah, keberha­si­lan The Djoker meraih gelar Wimbledon dirayakan dengan gempita oleh rakyat Serbia. Ra­tu­­san warga yang didominasi anak muda memenuhi pusat ibu kota Beograd untuk berpesta me­rayakan kemena­ngan.

“Novak adalah pahlawan na­sio­nal Serbia! Dia adalah orang pertama Serbia yang berhasil me­raih pe­ring­kat pertama di te­nis. Ini terasa in­dah,” kata Jelena Mi­­­la­novic, salah se­orang warga.

Sebelumnya, mereka lebih ba­nyak menonton di cafÈ-cafÈ. Tapi, setelah Djokovic masuk ke semifinal, ratusan orang memilih memenuhi Lapangan Republik tempat nonton bareng.

Sementara itu, Djokovic tidak mampu menyembunyikan ke­gem­­­biraannya setelah meno­rehkan sejarah baru hidupnya di dunia tenis profesional. “Ini be­nar-benar sulit digambarkan dengan kata-kata. Ini hari terbaik dalam hidup saya, ini hari paling istimewa da­lam hidup saya,” katanya.

Kemenangan Djokovic mela­wan Nadal ini sekaligus me­nyem­purnakan prestasi petenis 22 tahun ini sebagai pemain nomor satu dunia di ATP. Djoko­vic mengkudeta posisi Nadal yang sebelumnya menempati peringkat satu dunia.

“Ini seperti saya baru lahir saja. Perasaan ini sangat luar biasa. Saya tidak akan pernah lupa,” ujar Djo­kovic yang juga memenang­kan tim­­nas Serbia di Piala Davis.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA