Kemenangan ini membuat, Klitschko kini mengenggam empat sabuk kelas berat. Selain sabuk IBF, WBO, dan IBO yang sudah dimilikinya, adik Vitali Klitschko itu menambah kolekÂsiÂnya dengan sabuk WBA yang direbutnya dari Haye.
Rekor bertanding Klitschko pun menjadi 56- (49 diantaranya menang KO) dan tiga kali kalah. Sementara rekor Haye menjadi 25-(23 diantaranya menang KO) dan dua kali kalah.
Di akhir ronde ketiga, KlitsÂchko mulai membalas serangan Haye lewat jab dan pukulan komÂbinasi yang sukses mendarat di wajah lawan, meski tak terlalu keras.
Memasuki ronde keempat, seÂrangan Klitschko makin intenÂsif, dia menggempur Haye dengan komÂbinasi jab kiri dan
straight kaÂnan yang membuat petinju IngÂgris itu kewalahan.
Dominasi ‘Si Raksasa’ berlanÂjut hingga ronde 10. PuÂkulan-puÂkulan jab yang dipaduÂkan deÂngan
straight dan
hook Klitschko membuat Haye kian kesulitan menghindar.
Untuk bertahan dari serangan petinju berjuluk ‘Dr SteelhamÂmer’ itu, Haye kerap melindungi diri dengan merangkul KlitschÂko, sementara Klitschko meruÂbah strategi bertarungnya menjaÂdi jarak dekat.
Klimaksnya, saat Klitschko berÂhasil menjatuhkan Haye di ronÂde ke-11. Wasit sempat mengÂhitungnya, tapi Haye buru-buru bangkit dan mampu bertahan hingÂga ronde 12 berakhir.
Ketiga juri memberi kemeÂnaÂngan angka mutlak untuk KlitsÂchko, masing-masing dengan skor 117-109, 118-108, 116-110.
“Itu tidak mengesankan seperÂti yang aku ingin. Pertarungan terÂakhir melawan Sultan IbragiÂmov berakhir 12 ronde. SekaÂrang hal itu terulang,†ujar Klitschko di
Boxingscene.com. [rm]
BERITA TERKAIT: