Pemanasan Christo untuk membela tim ‘Merah Putih’ cuÂkup mulus. Dia baru pulang dari lawatannya ke Tokyo, JeÂpang untuk mengikuti seri FuÂture 7 Tokyo. Hasilnya, dia sukÂses meraih gelar juara di sekÂtor ganda.
“Saya siap memperkuat tim Piala Davis. Saya baru pulang dari Tokyo dan sudah bersiap di Jakarta,†ujar Christo.
Pada seri Future 7 di Tokyo yang berlangsung pada 20-26 Juni, di nomor ganda ChrisÂto, yang berpasangan dengan Yi Chu Huan (Taiwan), menjaÂdi juara setelah di final menunÂdukkan ganda Taiwan unggulÂan pertama Hsieh/Lee 6-4, 6-3.
Namun di sektor tunggal, ChrisÂto yang menempati ungÂgulan keempat harus terhenti di babak kedua setelah ditaklukÂkan petenis Inggris Andrew FitzpaÂtrick 3-6, 4-6. SebelumÂnya di baÂbÂak pertama dia meÂnunÂdukkan Higa Akito (Jepang) 7-5, 6-2.
Menghadapi lanjutan perÂtandingan babak kedua Piala DaÂvis Zone Asia/Oceania GroÂup II, Christo akan didampingi Elbert Sie, Aditya Hari SaÂsongÂÂko serta David Agung SuÂsanto dengan kapten tak berÂmain BoÂnit Wiryawan. RencaÂnya, romÂbongan tim Davis Cup InÂdoÂnesia akan berangkat ke BangÂkok pada 4 Juli menÂdatang.
Di even sama, tahun lalu InÂdonesia menderita kekalahan 1-4 dari Thailand. Tetapi untuk tahun ini, Indonesia di babak pertama berhasil mencatat keÂmeÂnangan 3-2 atas Iran di TeÂheran, ditandai seluruh kemeÂnaÂÂngan berada di tangan ChrisÂto, baik di tunggal maupun di ganda.
Di Piala Davis, Indonesia perÂnah dua kali mencapai Grup Dunia pada tahun 1983 dan 1989. Tetapi, Indonesia belum pernah lolos melewati putaran pertama, termasuk dalam play-off Grup Dunia pada tahun 1994.
[rm]
BERITA TERKAIT: