Di laga tersebut, Mavs yang dimotori Dirk Nowitzki sukses menumbangkan Heat dengan skor 112-103. Kemenangan ini juga menghapus kenangan buruk pada final NBA 2006, saat mereÂka unggul 2-0 sebelum disapu Heat yang akhirnya menjadi jawara.
Nowitzki lagi-lagi menjadi pahlawan kemenangan Mavs setelah menyumbangkan 29 poin, enam rebound dan tiga assist. Padahal, pemain asal JerÂman itu sedang mengalami cedera jari tengah saat membela timnya di partai pertama.
Di kuarter pertama, Mavs sempat mengalami kesulitan menahan serangan trio All-Stars Heat yakni LeBron James, Chrish Bosh dan Dwayne Wade.
Tidak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya, Mavs bangkit dengan menyerang Heat dari ketertinggalan. Nowitzki tampil kompak dibantu Jason Terry beserta Ian Mahinmi deÂngan menambah 30 poin. LemÂparan bebas Nowitzki memÂbuat semangat pemain Heat memunÂcak sekaligus menutup kuarter kedua dengan unggul 60-57.
Memasuki kuarter ketiga, tim asuhan Rick Carlisle itu terus melancarkan serangan atas taÂmunya dengan perolehan poin 22-24. Sampai kuarter ketiga selesai, Mavs unggul atas Heat 84-79.
Di kuarter akhir, duel tim semakin seru. Keduanya, saling membalas serangan. Mavs sempat kecurian angka dan membuat kesalahan di sektor ofensif dan defensif. Tidak mau menyerah Mavs balik menyeÂrang Heat di tengah waktu kuarÂter akhir dengan menyudahi 112-103 untuk Mavs.
“Pada dasarnya, kami tidak ingin memberikan Heat dua tembakan untuk mendekati perolehan poin kami. Jadi kami berusaha memasukkan bola hingga kuarter keempat. Jadi pastinya, ini kemenangan besar bagi kami,†kata Nowitzk dikutip AFP, Jumat (10/6/2011).
Mavs mendapat sambutan hangat dari sang pelatih Rick Carlisle. Dia menginstruksikan anak asuhnya untuk terus menekan serta tidak melupakan sisi pertahanan. Kini, Mavs hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara pada partai kenam di markas Heat hari Senin (13/06) mendatang.
[rm]
BERITA TERKAIT: