Di babak selanjutnya, Febe baÂkal menghadapi lawan berat yaÂitu pemain China Li Xuerui. Xuerui yang menempati ungÂgulan ketujuh lolos setelah mengalahkan pemain Jepang, Kaori Imabeppu 21-19, 11-21, 21-18.
Sayang, keberhasilan Febe tak diikuti dua rekannya, ApÂrilla Yuswandari dan Lindaweni Fanetri. Aprill menyerah dari peÂmain Jepang, Sayaka TakahasÂhi 19-21, 13-21, sedangkan LinÂdaweni ditumbangkan unggulan kedua asal Chiina, Jiang Yanjiao 21-7, 21-12.
Di tunggal putra, Indonesia menempatkan dua wakilnya di baÂbak kedua yaitu Tommy SugiÂarÂto dan Evert Sukamta.
Tommy yang menjadi ungguÂlan ke-11 mengalahkan pemain Inggris, Carl Baxter 21-14, 17-21, 21-11. Sementara Evert meÂnang atas pemain Malaysia Goh Soon Huat 21-19, 16-21, 21-19.
Di babak kedua, Tommy akan bertemu pemain kualifikasi asal Jepang, Shu Wada, yang meÂnyingÂkirkan pemain Perancis MaÂthieu Lo Ying Ping dengan straight game 22-20, 22-20. SeÂdangkan Evert akan menantang unggulan 14 dari India, Kashyap Parupalli, yang menang 21-17, 9-21, 21-11 atas pemain tuan ruÂmah Poodchalat Pisit.
Sementara itu, di babak
Grand Final MILO School Competition 2011 yang digelar Pelatnas PBÂSI, Cipayung menempatkan Abdi Muin (SMPN 8 BalikÂpaÂpan) dan Sarah Cristin (SMP YaÂdika 2 Jakarta) sebagai juara naÂsional tunggal putra dan putri.
Keduanya, berhak mendapat uang pembinaan dan mendapat pelatihan selama dua minggu deÂngan pebulutangkis terbaik TauÂfik Hidayat. Sebelumnya, sebaÂnyak 37 murid putra dan putri menÂdapat pelatihan fisik serta peÂnyuluhan teknis dan gembleÂngan mental dari bekas pebuluÂtangkis nasional Christian Hadinata.
Business Manager Nestle MILO, Prillia Sandra menyataÂkan mereka adalah bibit-bibit peÂmain bulutangkis masa depan yang diharapkan bisa menjadi penerus Taufik Hidayat.
“Ini kesempatan emas bagi mereka, karena
Grand Final MIÂLO School Competition dipantau langsung oleh PBSI serta para pemandu bakat klub-klub buluÂtangkis,†ujarnya.
[rm]
BERITA TERKAIT: