Hal itu ditegaskan Ketua UmÂum PB PBSI, Djoko Santoso di sela-sela penutupan Liga BuluÂtangkis Wartawan ‘Tetra Pak VII 2011’di komplek KemenÂpoÂra, Jakarta, kemarin. MenurutÂnya, mundurnya beberapa peÂmain senior tidak mempengaruhi persiapan pemain yang akan berÂlaga di Qingdao, China, 23-29 Mei mendatang.
“Kalau dihitung dan dilihat daÂri kemampuan tim Indonesia, loÂlos ke semifinal adalah target yang realistis. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagi pemain muda untuk membuktiÂkan kemampuannya di even internasional,†kata Djoko yang didampingi Sekjen PBSI Yacob Rusdianto dan plt Sesmenpora Djoko Pekik Irianto.
Seperti diketahui, persiapan tim Piala Sudirman mendapat tanÂÂtangan berat, menyusul munÂdurÂnya tunggal putra Taufik HiÂdayat, absennya ganda putra dan juara Olimpiade 2008 Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan, serta terakhir pemain spesialis ganÂda campuran Liliyana Natsir yang meÂngalami cedera siku kanan. PaÂdahal mereka sangat diandalkan untuk meraih kemenangan.
Di turnamen tersebut, IndoneÂsia menempati unggulan ketiga seÂtelah tuan rumah China dan DenÂmark. Sedangkan ‘Merah Putih’ sendiri berada di Grup B bersaing dengan Malaysia dan Rusia.
“Melihat kondisi saat ini, keÂkuaÂtan Indonesia berimbang deÂngan Malaysia dan kita berharap paÂra pemain muda bisa menunÂjukkan kemampuan mereka,†katanya.
Target semifinal yang dideÂngungkan PB PBSI, kata Djoko, akan bertumpu pada sektor ganda campuran, ganda putri dan ganda putra. “Ganda campuran di atas kertas bisa menang, ganda putra dan putra banyak mengÂalaÂmi kemajuan,†kata bekas PangÂlima TNI itu.
Soal mundurnya Taufik, DjoÂko mengaku bukan karena alaÂsan adminitrasi yaitu terlamÂbatÂnya pemberitahuan kepada peÂmain. Soalnya, kata Djoko, seÂbeÂlumnya PBSI sudah memberiÂtahu secara lisan untuk mengÂikuti latiÂhan bersama di Cipayung.
“Mundurnya Taufik bukan maÂsalah administrasi, dia mengÂaku hasil di All England dan InÂdia Super Series tidak bagus, seÂhingga memutuskan untuk munÂdur,†katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Hadi Nasri mengaku absennya Liliyana merupakan pukulan beÂrat bagi tim Indonesia. Apalagi, Lilliyana yang berpasangan deÂngan Tontowi Ahmad baru saÂja meraih gelar juara di India SuÂper Series dan Malaysia Grand Prix Gold, yang membuat peÂringkat mereka naik dari uruÂtan 15 ke posisi empat dunia.
“Ini pukulan berat untuk tim. Tetapi ‘the show must go on’, kita berangkat dengan jumlah tim yang ada. Ini cobaan yang pubÂlik harus terima dengan laÂpang dada. Kalah menang urusan belakangan. Perjuangannya yang paling penting,†kata Hadi yang juga akan bertugas sebagai mÂaÂnaÂjer tim.
Absennya Liliyana dan Taufik membuat tim Indonesia yang seÂmula berjumlah 18 pemain menÂjadi tinggal 16 yakni, Simon SanÂÂtoso, Dionysius Hayom RumÂÂÂbaka, Adriyanti Firdasari, LinÂdaweni Fanetri, Alvent YuÂlianto, Hendra Aprida Gunawan, Mohammad Ahsan, Bona SeptaÂno, Greysia Polii, Meiliana JauÂhari, Anneke Feinya Agustine, Nitya Krishinda, Fran KurniaÂwan, Tontowi Ahmad, Pia ZebaÂdiah dan Debby Susanto.
Tim Indonesia bertolak meÂnuÂju Qingdao, China, hari Kamis (19/5) pagi, dan akan menjalani pertandingan pertama melawan Rusia pada Minggu (22/5) dan bertemu Malaysia pada babak Grup B, hari Rabu (25/5).
Pada kesempatan sama, ManaÂjer Komunikasi Tetra Pak, Elvira P Wongsosudiro dalam sambuÂtan penutupan LBW Tetra Pak 2011 menyatakan, turnamen terÂsebut adalah bentuk komitmen terhaÂdap bulutangkis.
“Kita akan terus konsisten menÂdukung LBW, pasalnya warÂtawan dan media memiliki peran penting dalam memasyarakatkan bulutangkis. Selain itu sebagai benÂtuk silaturahmi sesama stake holder olahraga di tanah air,†ujar Elvira. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: