Kecepatan dan kekuatan Ward terbukti sangat menyulitkan AbÂraÂham (32-2, 26 diantaranya KO) di pertarungan ini. Sejak ronÂde pertama petinju yang meÂngantongi rekor kemenangan 24-0 13 diantaranya KO itu tampil dominan dan selalu membuat AbÂraham tersudut.
Di awal–awal ronde, Abraham sebenarnya tampil menyerang, hal serupa juga dilakoni Ward diatas ring. Namun memasuki ronde kelima, pukulan-pukulan Abraham mulai menyusut dan tak terarah. Bahkan wasit sempat memperingatkannya karena terÂlalu banyak merangkul lawan.
“Saya mulai dengan baik, dan saya pikir saya berbuat baik tiga putaran pertama dengan meng-KO nya. Dia (Ward) tidak baÂnyak menyerang di ronde-ronde awal sehingga aku berusaha meng-KO nya tapi tidak bisa mendapatkannya,†kata AbraÂham di
Boxingscane.com.
Jual beli pukulan terus terjadi hingga ronde kedelapan, namun Abraham yang terlalu agresif di awal ronde terlihat kehabisan teÂnaga memasuki ronde kesembilan.
Ward akhirnya sukses mendaÂratkan beberapa pukulan telak ke wajah dan tubuh Abraham dan mendapat cukup banyak poin tambahan dari ketiga juri. Ward semakin menggila jelang ronde ke-11, sebuah pukulan kanan dan
hook kiri kembali meÂnghantam Abraham yang mulai limbung. Di akhir ronde ke-12 keÂtiga juri pun akhirnya memuÂtuskan Ward menang mutlak 120-108, 118-110 dan 118-111.
Meski mengantongi kemenaÂngan, Ward mengaku jika AbÂraham bukanlah lawan yang muÂdah ditaklukkan.
“Arthur adalah petinju yang kuat dan dia pemuÂkul yang keras. Tetapi aku meÂnunÂjukkan bahwa aku bisa meÂnang dengan cara lain. Ini sesuai dengan harapan kami,†kata Ward.
Dengan kemenangan ini, Ward juga memastikan diri ke babak final turnamen super WBA untuk menyatukan sabuk divisi. Kini Ward tengah menunggu pemeÂnang semifinal lainnya antara Carl Froch dan Glen Johnson yang akan bertanding pada 4 Juni menÂdatang di Atlantic City.
[RM]
BERITA TERKAIT: