Sejak dibeli oleh konsorsium Abu Dhabi pada tahun 2008, ManÂchester City menjelma kemÂbali menjadi tim ancaman klub–klub papan atas Liga Premier IngÂgris. Kesuksesan meraih geÂlar Piala FA bakal semakin memÂpertegas ancaman mereka.
Sheikh Mansour selaku pemiÂlik menghadirkan sederet binÂtang macam Carlos Tevez dan DaÂvid Silva untuk membawa City sukses meraih trofi lagi dan mampu bersaing dengan tim–tim papan atas liga Premier lainnya.
Roberto Mancini sebagai pelaÂtih seakan mengabulkan keingiÂnan Mansour karena City kini berpeluang meraih trofi di ajang Piala FA dan beberapa hari lalu baru saja memastikan tempat di Liga Champions musim depan.
“Ketika saya tiba di sini, saya mengatakan Manchester City daÂlam dua atau tiga tahun mungÂkin akan menjadi salah satu tim terbaik di Eropa. Saya rasa ManÂchester City memiliki segalanya untuk bisa mewujudkan hal ini,†ujar Mancini di situs resmi klub.
Perkataan Mancini nampakÂnya benar. City kini berpeluang menghadirkan gelar lagi setelah tiga dekade puasa gelar. Apalagi lawan yang bakal mereka hÂaÂdapi, Stoke, merupakan tim medioker di liga Premier.
Bahkan laga ini bisa dibilang laga David vs Goliath meÂlihat perbedaan kualitas peÂmain dan historis kedua kubu.
Selain dijejali pemain top, City sudah emapat kali meraih gelar kompetisi tertua di Britania Raya ini, sementara Stoke baru kali ini menjajal final.
Lalu, apakah ini pertanda klub Eastland mampu meraih gelar keÂlimanya di Wembley dengan muÂdah?
Nampaknya terlalu ceÂpat berÂpikiran ke arah sana. MesÂki kaÂlah kualitas, The Potters yang menjadi si David mampu meÂnyulitkan The Citizen “GoÂliath†jika dilihat dari lima perÂtemuan terakhir, tiga perteÂmuÂan berakhir seri.
[RM]
BERITA TERKAIT: