Jika tidak ada perubahan pada mobilnya, pebalap SpaÂnyol itu pesimis bisa meÂngeÂjar ketinggalan dari Red Bull dan McLaren yang terus tamÂpil ciamik di tiga seri musim ini.
Saking kecewanya, AlonÂso mengatakan, tim Kuda Jingkrak, julukan Ferrari teÂtap tidak akan bisa menang di GP China akhir pekan lalu, meski menggunakan straÂtegi masuk
pitstop seÂbaÂnyak tiga kali.
“Untuk bisa memenangi baÂlapan di China, selain puÂnya degradasi ban yang baik, taktik yang tepat juga diÂbuÂtuhkan. Jika kedua unsur itu tercukupi, baru kita bisa meÂnyalip,†ujar Alonso.
“Kalau kita memiliki moÂbil yang cepat seperti Red Bull, mau masuk pitstop tiga kali, dua, atau satu kali, pasti akan naik podium. Jika tiÂdak, mustahil untuk meÂnang,†tambah juara dunia F1 2004-2005 itu.
“Kita akan lihat sekarang, mana yang terbaik. MengguÂnaÂkan strategi apapun akan menjadi mudah jika kita meÂmiliki mobil yang sangat cepat,†lanjut Alonso.
Dia mengatakan, F150 hanya kalah cepat. Untuk itu, Alonso berpesan agar tim mekanik Ferrari harus cepat melakukan pengembangan seÂbelum seri keempat di GP Turki.
Sementara pebalap Red Bull Sebastian Vettel yang gaÂgal meraih
hattrick di GP China lalu, juga mengingatÂkan timnya untuk memikirÂkan dengan matang strategi
pitstop yang akan digunakan di Sirkuit Istambul 8 Mei menÂdatang.
“Kami mungkin mencoba terlalu keras dengan mengÂguÂÂnakan dua kali masuk
pitsÂtop. Tidak ada gunanya berÂusaha terlampau keras, aku mencoba bertahan seÂbisa mungkin tanpa kehiÂlangan banyak waktu,†ujar pebalap Jerman itu.
Di Istambul, Vettel juga meÂÂmiliki kenangan buruk saÂat dirinya bertabrakan deÂngan rekan setimnya Mark WebÂÂber musim 2010 lalu.
[RM]
BERITA TERKAIT: