Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Siksa Pemain, Pelatih Basket China Diultimatum

Rabu, 13 April 2011, 04:15 WIB
Siksa Pemain, Pelatih Basket China Diultimatum
RMOL. Pelatih timnas basket China U-19, Fan Bin tersandung ma­salah. Asosiasi Basket China (CBA) memberikan skorsing un­tuk waktu tidak terbatas lantaran melakukan penganiayaan secara fisik dan verbal pada anak asuh­nya.

Dilaporkan China Daily, Fan Bin melakukan penganiayaan se­cara berulang-ulang kepada pe­main. Akibatnya, beberapa pe­main yang menjadi korban peng­aniayaan melaporkan insiden tersebut kepada CBA dan  meminta agar Fan Bin di­copot dari kepelatihannya.

Surat permintaan tersebut di­sertai  tanda tangan dan cap jem­pol tinta berwarna merah seba­nyak 13 pemain yang menu­duh pelatih kepala tersebut “ber­ulang kali melakukan peng­ania­yaan, memaki dan memukul”.

Para pemain mengaku mereka dianiaya secara terus menerus saat latihan dibawah pimpinan Fan selama tiga tahun.

Wakil Presiden CBA, Li Jin­sheng menegaskan Fan Bin terbukti bersalah atas pelang­ga­ran. Untuk itu, pihaknya me­nyam­paikan peringatan keras agar pelatih tersebut memper­bai­ki cara melatihnya.

“Fan harus bertanggung jawab penuh atas sangat memahami ke­salahan yang telah dilakukannya. Kami tidak akan langsung me­me­catnya, tapi mendesaknya agar segera memperbaiki perila­kunya,” kata Jinsheng.

Seperti diketahui, tim basket Chi­na U-19 pimpinan Fan disiapkan untuk menghadapi ke­juaraan dunia U-19 di Amerika Serikat, Juni menda­tang.

Menyusul terkuaknya kasus ini, Fan Bin  telah diperin­tahkan untuk meminta maaf saat kem­bali ke Tanah Air. “Kami akan te­rus mengawasi­nya di masa da­tang dan melihat ba­gaimana dia menangani tim. Jika dia tidak bisa mengubah ca­ra ker­janya di masa datang, kami akan mengganti­nya,” kata Jinsheng.

Hubungan antar pelatih ter­se­but dengan pemain men­jadi bu­ruk setelah Fan meng­umbar ka­ta-kata kotor kepada para pe­ma­in, menyusul kekala­han yang mereka alami pada Janua­ri lalu.

Karena tidak tahan dengan per­lakuan kasar tersebut, para pe­main pun kemudian sepakat un­tuk mengadu kepada CBA se­bagai otoritas bola basket ter­ting­­gi di negara itu.

“Cara-cara lama dan kasar ti­dak bisa lagi digunakan untuk memimpin pemain dan kami ha­rus mengembangkan model baru yang lebih fleksibel dan manu­siawi bagi para pemain muda,” ujar Xu Lan, Direktur Umum CBA.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA