Insiden naas itu terjadi saat Rola bersiap-siap naik ring melawan Irma Balijagic Adler dalam perebutan gelar keÂlas bulu IBF yang lowong pada 1 April lalu. Rola yang berÂluÂmurÂan darah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di kawasan Karlshorst, Berlin, Jerman.
Selain Rola, dua penjaga keÂamanan juga terkena timah paÂnas saat mencoba menahan Roy yang tiba-tiba masuk ruang ganti. Surat kabar Jerman
Bild meÂlansir, akibat insiden tersebut semua pertarungan hari itu diÂtiaÂdakan dan 800 penonton dievaÂkuasi dari arena tinju.
“Saya sedang bersama pelatih dan manajer saya di ruang ganti, kemudian Papa tiba-tiba masuk. Dia mengancam kami dengan senjata api di tangannya dan berteÂriak ‘Semuanya keluar!’, kemuÂdian dia menembak saya di baÂgian tangan dari jarak tiga meter. Saya menangis dan berteriak,’ ujar Rola kepada
Bild.
Kepolisian Berlin belum bisa memastikan motif Roy meÂlakukan penembakan terhadap anak tirinya.
Namun, dugaan kuat serangan itu dilakukan karena Roy tidak teÂrima keputusan Rola memeÂcatÂnya sebagai manajer.
Promotor Rola, Malte Mueller Michaelis mengatakan, di rumah sakit kondisi anak asuhnya sekarang sudah mulai pulih, tapi nampaknya tidak akan pernah bisa kembali bertanding.
“Operasinya berjalan lancar, namun tembakan tersebut namÂpaknya bertujuan untuk mengÂakhiri kariernya. Sepertinya, hampir pasti itu yang akan terÂjadi,†kata Michaelis.
[RM]
BERITA TERKAIT: