Pencapaian 26 kemenangan berÂuntun itu melewati rekor yang perÂnah ditorehkan petenis leÂgenÂdaris asal Czechoslovakia Ivan Lendl sebanyak 25 kali keÂmeÂnangan beruntun pada 1986. NaÂmun, Djokovic masih kalah dari petenis legendaris Amerika SeÂrikat John McEnroe yang meÂmetik 39 kemenangan beruntun 1984.
Dengan demikian, di musim ini Djokovic sudah meraih empat gelar juara, termasuk Grand Slam Australia Terbuka, Dubai Terbuka dan dua gelar Master di Indian Wells dan Miami Master yang keduanya mengalahkan Rafael Nadal di partai final.
“Ini merupakan empat bulan terbaik dalam hidup saya, tapi ini masih merupakan awal dari pertandingan musim ini,†kata Djokovic seusai pertandingan.
Saat disinggung mengenai posisinya akan menggusur petenis nomor satu asal Spanyol, RaÂfael NaÂdal, Djokovic menÂjaÂwab deÂngan santai. Menurutnya, jika ingin meraih status nomor satu dunia, dia harus gemilang di laÂpangan tanah liat. Sebab, tempat tersebut favorit Nadal.
“Masih terlalu cepat untuk memÂbicarakan posisi kita di daftar peringkat dunia. Karena Rafa masih tetap sebagai petenis terbaik dunia hingga saat ini, bila saya ingin menjadi petenis noÂmor satu dunia, saya harus tamÂpil konsisten sepanjang tahun,†katanya.
“Kemenangan ini seÂmakin menambah rasa percaya diri saya untuk menghadapi turÂnamen lapangan tanah liat,†tanÂdasnya.
Di peringkat ATP saat ini, NaÂdal masih menduduki peringkat puncak dengan mengantongi 12.630 poin, sementara DjoÂkovic yang menempati urutan keÂdua hanya mencatatkan 8.710 poin. Roger Federer yang meÂnutup peringkat ketiga besar menÂcatatkan 8.280 poin.
[RM]
BERITA TERKAIT: