Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Vitali Sungkurkan Si Bayangan

Pertahankan Gelar Kelas Berat WBC

Senin, 21 Maret 2011, 04:18 WIB
Vitali Sungkurkan Si Bayangan
Vitali Klitschko
RMOL. Vitali Klitschko hanya butuh satu ronde untuk mempertahankan juara kelas berat versi WBC nya dari penantangnya Odlanier Solis. Solis,  yang digembar-gemborkan memiliki rekor tak terkalahkan selama karirnya itu, ditaklukkan KO Klitschko di ronde pertama.

Pada pertandingan di Lanxess-Arena, Stuttgart, kemarin pa­gi WIB, Klitschko sempat ke­walahan menghadapi Solis yang agresif di awal ronde pertama. Na­mun jelang detik-detik ter­akhir ronde pertama ia berhasil mendaratkan pukulan tangan keras, diikuti pukulan kiri yang menghajar bagian atas kepala Solis. Dua pukulan telak tersebut membuat Si Bayangan (julukan Solis) langsung roboh dan tak bisa melanjutkan pertarungan.

Menurut tim dokter, Solis meng­alami cedera pada bagian lu­tutnya saat roboh sehingga ha­rus mendapat perawatan. Se­kitar 19.000 penonton yang me­me­nuhi arena terlihat kecewa ka­rena singkatnya laga. Pasalnya, So­lis yang tak terkalahkan di 17 laga terakhirnya itu digadang-ga­dang akan mampu me­ma­tah­kan dominasi Klitscho, dan pe­tinju berusia 30 tahun itu sem­pat dianggap Klitschko sebagai la­wan paling serius semenjak pensiunnya Lennox Lewis. Solis  terlihat kesal atas cedera ter­sebut.

“Lutut saya cedera ketika saya roboh itu. Sungguh merupakan suatu kesialan dan sayangnya hal ini harus terjadi,” kata Solis sam­bil tercenung. “Butuh waktu la­ma bagi saya untuk melupakan hal ini karena saya tidak terbiasa dengan yang namanya ke­ka­lahan,” tambah juara Olimpiade 2004 itu.

Sementara itu, Vitali meminta maaf kepada para penonton yang ke­cewa karena singkatnya per­ta­rungan. Vitali menyatakan ke­ti­dakpuasannya kepada Solis deng­an langsung mendekati pe­tinju asal Kuba tersebut setelah jatuh.

“Pada awalnya tidak mudah ka­rena Solis cukup cepat. Na­mun dia gagal mengantisipasi se­buah pukulan keras saya,” ujar Vitali sewaktu diwawancarai di pinggir ring. “Saya minta maaf ke­pada siapapun yang meng­ha­rap­kan pertarungan ini berjalan lebih lama,” tambahnya.

Dengan kemenangan mudah ini, petinju Ukraina 39 tahun tersebut memperbaiki rekornya menjadi 42 kali menang dan dua kali kalah. Kemenangan ini bisa berarti bahwa Klitschko ber­sau­dara pada tahun ini bakal mampu mengumpulkan semua sabuk juara kelas berat yang tersedia di du­nia. Vladimir pada Juni atau Juli nanti akan mencoba merebut satu-satunya sabuk juara yang masih dipegang petinju lain, yai­tu sabuk kelas berat WBA yang dikuasai petinju Inggris David Haye.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA