Nerrazurri sebenarnya sangat diÂunggulkan untuk meraih tiga angka atas Brescia. Mengingat, laÂwan yang dihadapi Javier ZaÂnetti Cs adalah penghuni zona deÂgradasi. Inter juga diungÂgulÂkan karena baru meraih keÂmeÂnangÂan beruntun empat kali di laga Serie A, sementara Brescia sudah di empat laganya gagal meraih tiga poin.
Pandangan bahwa Nerrazurri bakal menjalani laga dengan mudah setelah laga baru berjalan 18 menit Samuel Eto’o sudah membobol gawang Brescia terÂnyata salah besar. Memang Inter terus menerus menggempur
Rondinelle lewat Giampaolo PazÂzini dan Eto’o, namun buÂrukÂnya penyelesaian akhir membuat perolehan gol belum juga beÂrÂtambah.
Brescia mulai bangkit dengan meÂlakukan skema serangan balik di pertengahan babak kedua. BeÂberapa kali striker Andrea CarÂraÂcioÂlo menembus pertahanan InÂter, namun kiper Cesar meÂnunÂjukkan performa ciamik malam itu.
Malapetaka datang saat Lucio diganti Ivan Cordoba. Di menit 85, Cordoba melakukan blunder saat menghalau sepak pojok BresÂcia, yang lalu dimakÂsiÂmalÂkan Caracciolo untuk mencetak gol penyama kedudukan dengan tandukannya.
Cordoba benar-benar mengÂacau malam itu, di menit 89 diÂriÂnya melakukan pelanggaran keÂras terhadap Eder di kotak peÂnalti. Otomatis wasit langsung mengganjar pemain Kolombia itu dengan kartu merah sekaligus menghadiahi tuan rumah sebuah penalti. La Beneamata patut berÂterima kasih kepada Cesar. Kiper utÂaÂma tim Samba tersebut berÂhaÂsil mematahkan penalti yang dilakukan eksekutor Carraciolo.
Inter berkesempatan meÂnamÂbah gol setelah Brescia juga haÂrus bermain dengan 10 orang kaÂrena Carraciolo mendapat kartu kuÂning kedua jelang laga berÂakhir. Namun kedudukan ruÂpaÂnya tetap bertahan 1-1.
“Kami memiliki banyak peÂluang dan hasil akhir bisa saja berÂbeda,†keluh pelatih LeoÂnarÂdo seperti disitat dari
AFP. “Saya tidak terlalu tertarik dengan hasil seri, ini adalah hasil seri yang aneh karena kami menghasilkan banyak peluang dan tidak seperti pertandingan yang berakhir dengan seri pada umumnya,†tamÂbahnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: