Musim ini Juve sebenarnya puÂnya catatan manis kala bertemu MiÂlan. Dari dua pertemuan seÂbeÂlumnya, keduanya menjadi miÂlik Si Nyonya Tua. Di perÂteÂmuÂan pertama dalam ajang troÂfeo Berlusconi, Juve menang leÂwat drama adu penalti. SeÂlanÂjutÂnya mereka kembali menang di pertemuan pertama seri A muÂsim ini dengan skor 2–1. HeÂbatnya, Juve memenangkan keÂdua laga itu di markas Milan.
Namun sejak awal tahun, peÂnampilan Juve tiba-tiba menjadi tiÂdak konsisten. Dari enam perÂtandingan terakhir di Seri A, Juve hanya mampu meraih dua kemenangan, sisanya kekalahan. Dua kekalahan beruntun dari tim semenjana macam Lecce dan Bologna tentunya bukan modal yang bagus untuk kembali mengÂÂhadapi Milan ketiga kaÂlinya.
Duduk di peringkat ketujuh klaÂsemen dengan 41 poin dari 27 perÂtandingan, Juventus kini terÂpaut tujuh poin dari zona ChamÂpions. Dengan sisa 11 perÂtanÂdingan lagi, laga kandang kontra tim Merah Hitam di Turin malam ini jelas harus diakhiri dengan kemenangan. Pelatih Luigi Del Neri bahkan diberitakan laga ini merupakan laga terakhir yang harus dimenangkannya jika tak mau didepak Juve.
“Jika akhir pekan ini, kami biÂsa kembali menang, maka kami puÂnya peluang untuk finis di papan atas klasemen. Tetapi jika kami kalah, maka kami akan mengulang kesalahan yang sama seperti musim lalu,†ujar kiper Gianluigi Buffon.
Di sisi lain, Milan dalam rasa perÂcaya diri tinggi karena belum terÂkalahkan sejak awal tahun lalu. Kemenangan 3–0 atas NaÂpoli membuat Milan semakin mengukuhkan diri sebagai peÂmimpin klasemen. Zlatan IbraÂhiÂmovic Cs kini unggul lima poin dari rival sekota Inter yang duÂduk di peringkat dua, dan ungÂgul enam poin dari Napoli.
Meski unggul, laga kontra JuÂve tetap tak bisa dianggap angin lalu saja oleh Milan melihat caÂtatan di dua pertemuan seÂbeÂlumÂnya pada musim ini, ditambah fakÂta bahwa Juve bisa meÂnaÂklukÂkan Inter meski dalam masa-maÂsa sulit. Kendati sedang terÂpurukÂ, permainan Si Nyonya Tua selalu berbeda jika menghadapi tim-tim besar.
“Mereka selalu maksimal jika bertanding melawan kami,†cetus bek gaek Milan Allesandro Nesta. “Juventus adalah tim yang sedang terluka, dan mereka akan masuk ke lapangan dengan cara berbeda saat melawan kaÂmi,†tambahnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: