Nurdin Halid juga meÂnyaÂtaÂkan jika surat dari FIFA yang meÂreka terima tidak seperti yang diÂtuduhkan. Nurdin mengatakan hal itu kemarin sore setelah berÂteÂmu dengan Ketua Umum KoÂmite Olahraga Nasional InÂdoÂnesia/Komite Olimpiade InÂdoÂnesia (KONI/KOI), Rita SuÂboÂwo, di kantor KONI/KOI, SeÂnayan, Jakarta.
Sehari sebelumnya Duta Besar InÂdonesia untuk Swiss, Djoko Susilo, mengatakan Nurdin telah berbuat kebohongan dengan menyembunyikan surat larangan FIFA.
Organisasi yang berkantor puÂsat di Zurich, Swiss, ini pada Juni 2007 sebenarnya sudah meÂlaÂrang Nurdin menjadi Ketua Umum PSSI karena ia divonis berÂsalah dan dipenjara.
FIFA dalam suratnya meminta PSSI melakukan pemilihan ulang Ketua Umum PSSI.
“Tapi Nurdin dan petinggi PSSI lainnya menyembunyikan surat FIFA itu dan tetap menjabat hingga sekarang. Ini tindakan kebohongan. Ini sudah kriminal sebenarnya,†kata Djoko.
Tentang keputusan FIFA yang meÂminta PSSI untuk segera meÂnyeÂlesaikan persoalan mengenai ‘breakÂaway league’, otoritas seÂpak bola tertinggi di Indonesia, pimÂpinan Nurdin Halid siap mÂelakukan pertemuan dengan piÂhak Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mencari jalan keluar agar Indonesia tidak terkena sanksi dari FIFA.
“Mengingat ancaman FIFA ini tiÂdak main-main, kita akan meÂlaÂkukan pertemuan dengan LPI daÂlam hal ini kita sudah berÂkoorÂdinasi dengan Arifin Panigoro yang akan difasilitasi oleh Ketua KONI/KOI dalam hal ini, ibu Rita Subowo,†kata Nurdin.
Nurdin tetap bersikeras, antara PSSI dan LPI harus duduk berÂsama untuk menyelamatkan seÂpak bola Indonesia agar tidak diÂkenai sanksi dari FIFA.
“Pada awalnya, sejak awal kaÂmi tidak mengakui LPI, deÂmiÂkiÂan juga FIFA, tapi karena ini suÂdah keputusan FIFA, mau diÂbiÂlang apa lagi, kita harus meÂnÂtaatinya dan mencoba meÂnyeÂlesaikan masalah ini, kita harus meÂnyelamatkan sepak bola InÂdonesia,†jelas Nurdin.
Ketika ditanya apakah ini meÂrupakan bentuk dari meÂluÂnakÂnya sikap PSSI terhadap LPI, Nurdin tidak menjelaskan seÂcara rinÂci.
[RM]
BERITA TERKAIT: