Selain Chong Wei, beberapa peÂmain asing yang diÂpasÂtikan ikut adalah Wong Choong Han dan Hafiz Hashim, juga dari Malaysia serta Nguyen Tien Minh dari Vietnam. Chong Wei akan memperkuat klub SGS PLN Bandung bersama pemain tunggal terbaik Indonesia, Taufik Hidayat.
Kehadiran Chong Wei di turÂnaÂmen yang akan digelar di SuÂraÂbaya 20-26 Februari menÂdaÂtang akan menyedot perÂhaÂtian para penonton maupun menggeÂloÂÂrakan perÂsaingan antar klub.
Taufik mengaku, telah mengaÂjak Chong Wei untuk ikut serta saat ia berpartispasi di Malaysia Open, Januari lalu. “Saat itu saya mengajak dia ikut bergabung di klub Musica Champion Kudus. Namun saat itu Chong Wei biÂlang, dia tidak bisa ikut karena siÂbuk,†kata Taufik.
Sesaat sebelum penutupan penÂdafÂtaran pemain asing pada 14 Februari lalu, Taufik mencoba lagi untuk menghubungi Chong Wei. Kali ini, pemain asal MaÂlayÂsia tersebut bersedia. NaÂmun, karena di Musica ChamÂpions telah bergabung dua peÂmain asal Malaysia yakni Hafiz HaÂshim dan Wong Choong Hann, akhirnya Taufik menaÂwarÂkan Chong Wei bergabung deÂngan klubnya di SGS PLN BanÂdung.
“Saya bilang bergabung di klub saya. Dia bersedia dan langÂsÂung akan mengurus perÂizinÂannya dengan asosiasi mau pun klubÂnya,†kata Taufik.
Sementara itu, anggota tim PB Djarum, Dionysius Hayom RumÂbaka mengaku tidak gentar deÂngan hadirnya beberapa peÂmain asing. “Motivasi sangat penting. Untuk urusan menang dan kalah selalu ada dalam perÂlombaan. Yang penting kita bisa kompak dan memberikan yang terbaik,†kata Hayom.
“Ini sangat positif. Turnamen ini akan seru karena ada pemain terbaik dunia. Tapi saya tidak akan takut melawan dia (Lee Chong Wei red),†tandas Hayom.
Tim Unggulan MelajuSementara itu, Tim-tim ungÂgulan masih belum menemui hamÂbatan berarti di hari kedua babak penyisihan kejuaraan buÂlutangkis SD dan SMP ‘Milo School Competition 2011’ di Jakarta, kemarin.
SMP 220 misalnya. Dengan diÂperkuat juara Asia, Jonathan Christi, sekolah asal Jakarta BaÂrat itu bisa terus melaju ke puÂtaran berikutnya dengan menÂcetak rekor sempurna, 3-0.
Dengan bermaterikan 5 peÂmain Tangkas Alfamart, seÂkolah yang menempati unggulan 3/4 itu memang belum menemukan lawan sepadan. Pemain-pemain SMP Yadika yang mencoba menghadang laju SMP 220 dibuat tak berdaya dengan selisih poin yang cukup jauh.
“Di putaran awal memang biaÂsanya seperti ini. Lawan tangguh mungkin baru ada saat tampil di delapan besar,†tutur Teguh Belosungkowo, pelatih tim SMP 220 Jakarta, kemarin.
[RM]
BERITA TERKAIT: