Di laga tersebut, MU ungÂgul lebih dulu lewat gol yang diciptakan Luis Nani saat perÂtandingan berjalan tiga meÂnit. Namun, kemenangan tersebut tidak bertahan lama, Wolves berÂhasil menyamakan keÂduÂdukan lewat George Elokobi di menit ke-10. Kemudian, lima menit menjelang turun miÂnum, Kevin Doyle (40) mengÂantarkan kemenangan.
Dua gol dari WolverÂhamÂpton diawali dengan set piece yang memang menjadi keÂkhaÂwatiran Ferguson sejak awal. “Saya sudah mengatakan seÂbelum pertandingan bahwa meÂreka unggul dalam meÂnaÂngani set piece. Itu terbÂukti hari ini. Keunggulan mereka itu mengÂhukum kami,†ujarnya.
Yang disesalkan Fergie adaÂÂlah performa timnya maÂlah melorot di babak kedua, paÂdahal MU hanya tertinggal satu gol. Permainan MU, meÂnurut Fergie terlihat kendor seÂÂtelah turun minum. Dia meÂlihat pasukannya tidak memÂberikan memberikan tekanan keÂpada kiper lawan.
“Kami memulai permainan deÂngan baik. Kami membuat baÂnyak kesempatan, khuÂsusÂnya di babak pertama. Tapi, di babak kedua, kami tidak benar-benar bermain baik. PeÂnÂjaga gawang mereka tak baÂnyak melakukan penyeÂlaÂmatan,†sambungnya.
Meski kecewa rekornya paÂtah, Fergie tetap bangga deÂngan keberhasilan anak-anak asuhÂnya mempertahankan rekor tak terkalahkan sampai sejauh ini. Musim ini The Red Devils meÂlewati 25 laga tanpa kekalahan.
“Saya jelas kecewa. Rekor tak terkalahkan musim ini adalah perjalanan panjang bagi kami. Tapi, para pemain telah membuat kami bangga. KaÂmi bisa senang dengan baÂgian itu,†pungkasnya. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: