Saat itu, pemain berusia 34 taÂhun ini tidak mengikuti latihan kaÂrena demam mendadak. Dia pun diragukan untuk menjadi anÂdalan tim yang berjuluk Srigala Roma ini untuk menghadang juara bertahan Inter.
Kabar ini tentu menjadi puÂkuÂlan telak bagi kubu Roma. SoalÂnya, mereka juga harus keÂhiÂlangÂan bek Philippe Mexes karena meÂnerima larangan tampil di dua laga, setelah terbukti bersalah mengÂhina wasit keempat saat RoÂÂma ditahan Brescia 1-1.
Situasi ini tak pelak membuat pelatih Roma Claudio Ranieri harus memutar otak. Pasalnya, dari sejarah pertemuan kedua tim tidak berpihak kepada Roma. Tercatat, Roma selalu kesulitan untuk menang di kandang Inter. Di Stadion Giuseppe Meazza, I Giallorossi lebih sering menelan kekalahan.
Selain itu, I Giallorossi juga buÂkan tipikal tim jago tandang. Sebagai perbandingan, ranking di laga away mereka terpuruk di peringkat kesembilan. Dari 11 laga away, Roma hanya bisa meÂnang tiga kali, tiga kali seri, dan lima kali keok.
Menilik dari hal ini, wajar bila baÂnyak yang menjagokan Inter. ApaÂlagi performa anak asuhan LeoÂnardo tengah membaik. MesÂki sempat kalah dari UdiÂneÂse, akhir pekan lalu mereka mamÂpu bangkit dan mengaÂlahÂkan Palermo. Mereka juga terÂcatat sebagai tim ketiga yang meÂmiliki rapor paling bagus di parÂtai home. Dari 11 laga kandang muÂsim ini Inter memetik tujuh kemenangan, tiga hasil seri, dan sisanya kalah.
Terkait bangkitnya tim, ada saÂtu fakta menarik di Inter. Striker anyar mereka, Giampaolo PazÂzini bisa langsung padu. MaÂlah, pada debutnya melawan PaÂlerÂmo, bekas pemain Sampdoria ini mencetak dua gol. “Aku berÂharap bisa mencetak gol lagi,†tegas Pazzini.
Efek keberadaan Pazzini bisa jadi akan kembali menjadi penentu Inter dalam memenangi laga versus Roma. Pasalnya, daÂlam dua musim terakhir dia cuÂkup ganas dalam merobek gaÂwang I Giallorossi.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: