Pertandingan yang digelar di Putra Standium, Bukit Jalil, KuaÂla Lumpur, kemarin. Simon mengÂawali pertandingan dengan baik, namun sejak Du menyaÂmaÂkan kedudukan 16-16, dia terÂtingÂgal sebelum menyerah 19-21.
Di set kedua, keadaan berÂbaÂlik, ketika Simon dengan luar biaÂÂsa membukukan 11 angka berÂuntun unÂtuk menutup game terÂsebut dengan kemenangan 21-6 dan memaksakan digelarnya gaÂme penentuan yang dia meÂnangi 21-5.
“Game pertama, saya agak buÂru-buru mainnya dan banyak maÂti sendiri. Selain itu juga meÂnang angin sehingga terlalu berÂhati-hati mengontrol perÂmaiÂnan,†ujar Simon usai perÂtanÂdingan.
Namun, di babak kedua, SiÂmon akan menghadapi lawan kuat yaitu unggulan keempat, Chen Jin asal China. Chen Jin melaju ke babak kedua setelah mengalahkan pemain Denmark, Hans-Kristian Vittinghus 21-23, 21-16, 21-17.
Soal pertemuannya dengan Chen Jin untuk memperebutkan tempat di perempat final, Simon menyatakan akan berusaha mati-maÂtian. “Besok (hari ini, red) saya akan mati-matian saja, berÂmain tanpa beban,†kata Simon yang terakhir kali bertemu Chen Jin saat dia kalah di Asian Games November lalu.
Sementara itu, tunggal putra lainÂnya, Alamsyah Yunus hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk meraih kemenangan atas Carl Baxter dari Inggris dengan skor 21-15, 11-6.
Selanjutnya, pemain peringkat 18 dunia itu akan menghadapi ungÂgulan keenam dari Thailand, BooÂnÂsak Ponsana yang mengaÂlahÂkan pemain India, Anand PaÂwar 21-17, 23-21.
Adapun permainan tunggal putra Pelatnas lainnya, DiÂonyÂsius Hayom Rumbaka, diÂkaÂlahÂkan pemain Korea Selatan, Shon Wan Ho 21-14, 13-21, 17-21.
Di ganda campuran, Nova Widianto/Vita Marissa kalah dengan angka ketat 16-21, 21-18, 19-21 dari unggulan kelima asal China Tao Jiaming/Tian Qing di putaran pertama.
Nova maupun Vita mengakui bahÂwa mereka masih memÂbuÂtuhÂkan penyesuaian lebih lanjut seÂtelah keduanya sempat pisah laÂma. “Lumayan, tetapi kadang maÂsih ada sedikit kagok karena beÂlum terbiasa. Ini penampilan perÂtama, persiapannya juga seÂminggu,†ujar Nova.
Meski demikian, Nova yang berÂsama Vita mencapai peÂremÂpat final Olimpiade Athena 2004, mengaku hasil yang meÂreka peroleh cukup baik untuk peÂnampilan perdana setelah sekian lama tidak berpasangan.
Ditunggal putri, pebulutangkis peÂringkat 31 dunia Maria Febe KuÂsumastuti secara mengeÂjutÂkan kalah oleh pemain kuaÂlifÂikaÂsi asal Taiwan, Pai Hsiao Ma 18-21, 18-21. Hasil buruk juga diÂraih Aprilia Yuswandari yang dikalahkan pemain Hongkong, Yip Pui Yin 19-21, 14-21.
Kini tunggal putri Indonesia meÂnyisakan Linda Weni Fanetri yang mengawali langkahnya dengan kemenangan 21-13, 21-14 atas Chan Tsz Ka dari Hong Kong untuk selanjutnya bertemu Yip Pui Yin. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: