Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa tersebut.
Pendataan sementara mencatat 15 unit rumah dan satu unit fasilitas kesehatan (faskes) mengalami rusak ringan. Angka ini masih terus diverifikasi oleh tim di lapangan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan, BPBD Halmahera Tengah telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen di Kecamatan Patani dan Patani Utara.
"Hingga Rabu ini kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan. Pemda bersama unsur terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi bangunan dan kebutuhan warga," ujar Berton dalam keterangannya, Rabu, 2 September 2026.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 LU dan 128,92 BT atau sekitar 65 km tenggara Halmahera Tengah dengan kedalaman 10 km. Gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami.
BNPB mengimbau warga terdampak untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Masyarakat diimbau tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang, serta tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD," pungkas Berton.
BERITA TERKAIT: