Hal ini dikatakan Raja Juli berdasarkan data yang dirilis di https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ milik Kementerian Kehutanan pada akhir Agustus 2026.
Dari data Sipongi tersebut, Provinsi Riau dan Jambi tercatat sudah nol
hotspot per 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
"Kita lihat data dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus (menurun)," kata Raja Juli di Kementerian Kehutanan, Jakarta pada Selasa 1 September 2026.
Menurut Menhut, kondisi di Riau turut menunjukkan perkembangan positif karena dalam dua hari terakhir tidak terdeteksi
hotspot."Dua provinsi yang paling bawah yaitu Riau dan Jambi
hotspotnya sudah nol, alhamdulillah, dan bahkan Riau sudah dua hari terakhir sudah nol," kata Raja Juli.
Meski begitu, kata Raja Juli, masih ditemukan
hotspot di wilayah Sumatra lainnya.
"Di Sumatra Selatan
hotspot ada 37, tapi ketika dicek
fire spotnya ternyata hanya 11," kata Raja Juli.
Bergeser ke Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 22
hotspot. Bahkan bila dijumlah,
hotspot sempat mencapai titik tertinggi pada 29 Agustus dengan 1.118 titik. Setelah itu, jumlahnya kembali menurun.
"Dari tanggal 29 Agustus di puncaknya 1.118
hotspot, tapi kemudian berkat kerja sama akhirnya bisa turun," kata Raja Juli.
BERITA TERKAIT: