Peluncuran Buku 'Mengintip Sepotong Surga': Laporan Ekspedisi Pendakian Puncak Trikora Papua

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 01 September 2026, 11:42 WIB
Peluncuran Buku 'Mengintip Sepotong Surga': Laporan Ekspedisi Pendakian Puncak Trikora Papua
Juvensius 'Foxs Explore. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Buku 'Mengintip Sepotong Surga' resmi diluncurkan di Alenia Papua Coffee & KItchen Jakarta. Acara peluncuran buku menghadirkan sesi diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber Manajer Program Kehutanan KEHATI Christian Natalie, pemimpin ekspedisi Ruslan Budiarto, dengan moderator Harun Mahbub Billah.

Buku karya Juvensius 'Foxs Explore' ini dapat menjadi panduan dan memperkaya literasi tentang dunia pendakian di Indonesia.  Juvensius menuliskan catatan perjalanan ekspedisi 10 hari menuju Puncak Trikora Papua. Ia melakukan perjalanan tersebut pada 2024.

Pria kelahiran Pemangkat, Kalimantan Barat ini sebenarnya belum lama menggeluti dunia pendakian gunung. Ia tumbuh dan besar di kawasan yang asing dengan gunung.

"Bahkan saya baru tahu kalau gunung baru bisa didaki ketika saya sudah ada di Jawa, ketika sedang berwisata ke Gunung Bromo," kata Juvensius dalam keterangannya, Selasa 1 September 2026.

Rasa penasarannya terhadap gunung saat itu membuatnya ingin mengenal gunung-gunung lainnya. Pendakian pertamanya adalah ke Gunung Semeru pada 2018 dan berhasil sampai ke puncak.

Setelah itu, rasa cintanya kepada gunung semakin tidak tertahankan. Sampai sekarang sudah lebih dari 20 gunung dalam dan luar negeri yang dijelajahinya.

Gunung Trikora menjadi debut dalam kepenulisan catatan perjalanannya selama pendakian. Bukan tanpa sebab, pendakian Gunung Trikora tidak main-main dan butuh persiapan fisik dan mental serius.

"Untuk latihan fisik saya sudah siapkan enam bulan sebelum berangkat, karena saya tidak ingin merepotkan orang-orang di sana ketika pendakian," kata Juvensius.

Dalam catatannya, Juvensius menceritakan detail perjalanan dan pengalamannya mulai dari menjelajahi Kota Wamena yang indah, perjuangan menggapai Puncak Trikora, dan kembali turun dengan selamat. 

Buku yang dikemas dengan bahasa populer ini juga menampilkan beragam foto yang menggambarkan suasana pendakian Puncak Trikora.

Pembelian buku 'Mengintip Sepotong Surga' melalui bio link Instagram @Foxs.explore. Hasil penjualan buku juga akan didonasikan ke Sahabat Kasih Pedalaman dan Yayasan Sisi Baik.

Puncak Trikora atau Ettiakup merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia, dengan ketinggian 4,751 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Puncak Trikora termasuk gunung di Indonesia yang memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk didaki sampai puncaknya. Medannya berat, cuacanya ekstrem.

Puncak Trikora berlokasi di Papua Pegunungan, tepatnya di zona inti kawasan Taman Nasional Lorentz. Taman nasional ini merupakan Situs Warisan Alam Dunia yang ditetapkan UNESCO dan Warisan Alam ASEAN.

Taman Nasional Lorentz adalah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman nasional ini menghampar dari puncak gunung bersalju hingga batas tepi perairan Laut Arafura.

Pada 1909, penjelajah dan ilmuwan Dr.H.A.Lorentz memimpin ekspedisi penjelajahan Papua. Mereka menamai gunung itu Puncak Wilhelmina (Wilhelina Top), diambil dari nama Ratu Belanda kala itu.

Baru pada 1963, Pemerintah RI mengganti namanya jadi Puncak Trikora. Pengggantian nama ini simbol dan perayaan penyatuan Papua ke Indonesia.

Trikora adalah akronim Tri Komando Rakyat, operasi militer yang diluncurkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961. Pada 1963, Papua resmi jadi bagian Indonesia setelah melaui proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA