Wamenag: Hijrah Harus Melahirkan Budaya Literasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 30 Juli 2026, 11:47 WIB
Wamenag: Hijrah Harus Melahirkan Budaya Literasi
Romo (Foto: Ditjen Bimas Islam Kemenag)
Kecil Besar
rmol news logo Tahun Baru Islam selalu mengingatkan umat pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW.

Namun, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu bentuk hijrah yang paling relevan saat ini adalah hijrah menuju masyarakat yang gemar membaca, belajar, dan mencintai ilmu.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi'i, saat membuka kegiatan Muharram Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H di Unit Percetakan Al-Quran Kementerian Agama, Bogor,  Kamis 30 Juli 2026.

Menurutnya, kegiatan yang digelar selama bulan Muharram semestinya menjadi ruang untuk membangun kesadaran intelektual umat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

"Saya membacanya adalah rangkaian kegiatan yang -- paling tidak -- mewakili suasana kebatinan yang ingin dicapai lewat kegiatan atas nama Muharram," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti masih rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain. Kondisi itu, menurutnya, membutuhkan perhatian dan upaya yang sungguh-sungguh.

"Satu hal yang perlu kita catat bahwa tingkat literasi bagi bangsa kita masih belum pada peringkat yang membuat kita bangga bila dibandingkan dengan tingkat literasi yang berhasil dicapai oleh negara-negara tetangga kita. Memang harus ada upaya yang serius," katanya.

Romo Syafi'i mengingatkan bahwa Islam sejak awal telah meletakkan literasi sebagai fondasi peradaban. Hal itu tercermin dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca.

"Maka ayat yang diturunkan pertama itu bukan ayat yang berkenaan dengan teknologi, bukan ayat yang berkenaan dengan lain-lain hal, tetapi adalah ayat yang berkaitan dengan literasi: Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq."

Menurutnya, literasi merupakan pintu menuju ilmu. Melalui ilmu, manusia mampu memahami ajaran agama dengan benar sekaligus menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT. Karena itu, Allah memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu.

Ia juga mengutip ungkapan yang sangat dikenal dalam tradisi Islam, "Man arada ad-dunya fa 'alaihi bil-'ilm, wa man arada al-akhirah fa 'alaihi bil-'ilm, wa man aradahuma fa 'alaihi bil-'ilm," yang menegaskan bahwa kebahagiaan dunia, akhirat, maupun keduanya hanya dapat diraih melalui ilmu.

Karena itu, menurut Romo Syafi'i, momentum Muharram seharusnya menjadi titik awal hijrah intelektual.

Semangat membaca, belajar, dan mengembangkan ilmu pengetahuan perlu terus ditumbuhkan agar lahir generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga unggul dalam pengetahuan serta mampu membawa kemajuan bagi bangsa. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA