"Ketika ditanya teman-teman media mengenai SD negeri yang roboh di Kebayoran Lama, terus terang itu pertama kali saya mendengar. Saya adalah orang yang menjawab apa adanya. Mohon maaf, saya tidak tahu pada waktu itu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Pram, sapaan akrabnya, menegaskan tidak pernah berniat menutupi persoalan yang terjadi di lapangan. Justru setelah mengetahui informasi tersebut, dirinya langsung meminta jajaran terkait melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
"Begitu saya mempelajari, saya langsung dalam rapat meminta segera dilakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. Saya juga baru tahu ternyata sudah cukup lama belum terselesaikan," ujarnya.
Ia menegaskan, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan harus menjadi salah satu prioritas dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran daerah semestinya difokuskan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan yang layak.
"Itulah fungsi instrumen APBD Jakarta untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan seperti itu. Dan itu termasuk yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan," tandasnya.
BERITA TERKAIT: