Siswa SLB Dapat Pengalaman Edukatif dan Inspiratif saat Berkunjung ke Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 16 Juli 2026, 13:08 WIB
Siswa SLB Dapat Pengalaman Edukatif dan Inspiratif saat Berkunjung ke Istana
Siswa siswi SLB yang berkunjung ke Istana (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Kecil Besar
rmol news logo Keceriaan dan semangat terpancar dari wajah para siswa sekolah luar biasa (SLB) saat mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta dalam program "Istana untuk Anak Sekolah", Kamis, 16 Juli 2026.

Tak sekadar berwisata edukasi, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkenalkan anak-anak penyandang disabilitas pada sejarah, simbol negara, hingga ruang-ruang penting yang menjadi pusat aktivitas kenegaraan.

Alwin Haris, siswa SLB D-D1 YPAC Jakarta, mengaku bahagia karena untuk pertama kalinya mendapat kesempatan mengunjungi Istana Negara.

"Saya merasa senang karena saya bisa berkunjung ke Istana Negara ini, karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti acara Istana untuk anak sekolah," kata dia.

Rasa kagum juga dirasakan Rafi Syafar, siswa tunagrahita dari SLB Negeri 11 Jakarta yang telah mengoleksi tiga medali emas cabang renang di Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas). 

Seusai berkeliling, Rafi mengaku terkesan bisa melihat langsung sejumlah ruangan yang selama ini hanya dikenalnya melalui cerita dan pemberitaan.

"Senang banget lihat yang di sini. Lihat tempat pertemuan (dengan) negara lain, ruang presiden," ungkapnya.

Bagi para pendamping, kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang membangun rasa percaya diri para siswa. 

Guru SLB Negeri 11 Jakarta, Abdul Matiin Haqq, menilai program ini mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mendorong anak-anak disabilitas berani bermimpi dan melihat bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya. 

"Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan kesempatan kami sekolah luar biasa dan anak-anak hebat disabilitas untuk bisa mengunjungi Istana Negara," kata Abdul Matiin.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Harian Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi), Memes Prameswari. Menurutnya, keterlibatan siswa disabilitas dalam program tersebut menunjukkan bahwa Istana Kepresidenan telah menghadirkan ruang publik yang ramah dan mudah diakses oleh seluruh penyandang disabilitas. 

"Sarana dan prasarana di Istana Negara luar biasa, ternyata lingkungan di sini inklusi. Teman-teman disabilitas dari yang mulai Netra, dari yang teman Tuli atau Rungu, Grahita, Daksa, semuanya ada aksesnya di sini mulai dari jalannya, terus ada di toiletnya pun, ada railnya juga. Jadi benar-benar Istana Negara ini ramah disabilitas," ujarnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA