Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (GEBU Minang) menjelaskan bila partisipasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan Sumatera Barat dan juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Tentu, dalam penyelenggaraan GEBU Minang didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, serta berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Sumatera Barat dengan membawa sekitar 2,5 kuintal produk unggulan.
Di antaranya rendang dan makanan olahan lainnya, kopi, rempah-rempah, wastra, hingga aneka kerajinan tangan yang merepresentasikan identitas budaya Ranah Minang.
GEBU Minang juga membawa misi diplomasi budaya melalui penampilan Sanggar Tari Rumah Pintar Panyakalan, Solok, yang nantinya akan mempersembahkan tarian tradisional Minangkabau selama festival berlangsung.
"Minangkabau memiliki kekayaan budaya dan produk-produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi. Melalui ajang internasional ini, kita ingin membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, memperkenalkan identitas budaya Minangkabau kepada dunia, sekaligus memperkuat citra positif Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kreativitas, dan semangat kewirausahaan," kata Ketua Umum DPP GEBU Minang, H. Oesman Sapta Odang dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu 5 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Delegasi GEBU Minang, Liza Mustafa Abubakar, menjelaskan bahwa partisipasi ini tidak hanya berorientasi pada penjualan produk selama pameran berlangsung, namun diarahkan untuk membangun jejaring bisnis jangka panjang.
"Kami berharap kehadiran GEBU Minang di TOBC 4.0 mampu membuka peluang ekspor, memperluas kemitraan usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendorong semakin banyak wisatawan mancanegara mengenal dan berkunjung ke Sumatera Barat," kata Liza.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: