Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, proses pemilihan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan partisipasi publik dari berbagai daerah di Indonesia hingga diaspora di luar negeri.
Berdasarkan hasil polling, desain garapan Fadjar Novario keluar sebagai pemenang dengan 44,73 persen suara, mengungguli empat finalis lainnya yakni David Wirawan, Kanda Putra, Rizkyawan, dan Tiffany Johan.
“Jadi, karya nomor dua, saya ulangi, karya Saudara Fadjar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fadjar Novario, karya Anda ditapkan sebagai logo Peringatan Kut ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026," ujarnya.
Menurut Juri, kekuatan logo desainer asal Padang, Sumatera Barat itu tidak hanya terletak pada tampilan visual yang sederhana dan tegas, tetapi juga pada makna yang dikandungnya.
Desain itu lahir dari eksplorasi berbagai motif tradisional Nusantara yang merepresentasikan keberagaman bangsa sebagai fondasi persatuan dan kedaulatan rakyat.
“Desainnya berasal dari eksplorasi keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara. Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," jelas Juri.
Antusiasme publik dalam menentukan logo resmi HUT RI ke-81 juga tergolong tinggi. Polling yang berlangsung melalui situs resmi sejak 24 hingga 28 Juni 2026 berhasil menghimpun 68.569 suara dari berbagai kalangan masyarakat.
"Dari catatan yang masuk, total suara yang memilih berjumlah 68.569, saya ulangi 68.569 suara. Dan ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk menutupkan logo dan menyemarakan Peringatan Kut RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: