Ketua Umum IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan hadir sebagai wadah strategis bagi para alumni BEM untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Menurutnya, para mantan aktivis mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berperan dalam pembangunan melalui berbagai sektor, baik pemerintahan, dunia usaha, organisasi masyarakat, maupun sektor profesional lainnya.
"Visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika hanya menjadi slogan. Kita harus menjadi motor penggerak pembangunan dan ekonomi nasional," kata Tomy dalam pidatonya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Riski Pratama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa semangat kritis yang selama ini menjadi karakter gerakan mahasiswa harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam bentuk gagasan, program, serta kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa energi kritis semasa menjadi mahasiswa tidak padam, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata, gagasan solutif, serta kolaborasi produktif bersama pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa," kata Riski.
Pelantikan IKA BEM Nusantara turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Golkar, Teuku Zulkarnain; Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Nofel Saleh Hilabi; Ketua Umum ADKASI, Siswanto; Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan, Sugeng Santoso; dan Direktur Utama PT Zahra Inti Retsuna, Suswanto.
BERITA TERKAIT: