Gempa M 6,7 Guncang Sigi, Tiga Nyawa Melayang dan Ribuan Warga Terdampak

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Kamis, 18 Juni 2026, 18:38 WIB
Gempa M 6,7 Guncang Sigi, Tiga Nyawa Melayang dan Ribuan Warga Terdampak
Kerusakan rumah warga akibat gempabumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. (Foto: Sumber foto: BPBD Kabupaten Sigi)
rmol news logo Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) terus membawa duka mendalam bagi warga.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data kebencanaan terbaru yang dirilis hingga Kamis (18/6) pukul 13.51 WIB, jumlah korban meninggal dunia secara tragis dilaporkan bertambah menjadi tiga orang.

Guncangan hebat tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga memicu jatuhnya banyak korban luka.

Tercatat sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan, sementara 91 orang lainnya menderita luka ringan.

Skala dampak krisis ini pun terbilang masif, di mana sebanyak 2.109 kepala keluarga atau setara dengan 6.412 jiwa kini berstatus sebagai warga terdampak bencana.

Menurut laporan asesmen lapangan yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sigi ditetapkan sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan dan dampak yang paling signifikan.

Para korban meninggal dunia tersebut masing-masing teridentifikasi berada di Desa Ampera yang terletak di Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora A di Kecamatan Nokilalaki, ditambah dengan satu korban lainnya yang berhasil terkonfirmasi melalui pendataan terkini.

Selain menelan korban jiwa, gempa masif ini juga dilaporkan mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan di wilayah tersebut.

Merespons gawatnya situasi ini, Kepala BNPB telah memastikan bahwa seluruh lini upaya tanggap darurat dipacu agar beroperasi secara efektif di lapangan.

Sebagai wujud kehadiran langsung di tengah krisis, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, telah terjun ke episentrum dampak di Desa Kamaroa, Kecamatan Nokilalaki, pada Rabu (17/6).

Kunjungan tersebut dilakukan guna meninjau langsung kondisi penyintas sekaligus menyerahkan bantuan darurat bencana secara simbolis kepada warga terdampak. rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA