Pesan tersebut menekankan bahwa kesalehan tidak hanya diukur dari ritual ibadah, tetapi juga dari cara manusia memperlakukan alam dan lingkungan sekitarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan khutbah Iduladha tahun ini sengaja mengangkat tema eko-teologi, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
“Manusia itu punya dua kapasitas, sebagai khalifah dan sebagai abid. Tanpa alam yang segar, kita tidak mungkin menjadi hamba yang sempurna,” kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, lingkungan yang rusak akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan dan ibadah manusia.
“Bagaimana kita bisa khusyuk salat kalau ada banjir? Bagaimana bisa khusyuk beribadah kalau lagi sakit?” ujarnya.
Ia menegaskan, alam tidak boleh hanya dipandang sebagai objek eksploitasi, melainkan bagian penting yang menopang kehidupan manusia.
“Alam ini jangan hanya dijadikan objek saja, tapi juga harus dianggap sebagai subjek,” sambungnya.
Khutbah Idul Adha di Istiqlal tahun ini disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan, dengan menyoroti pentingnya keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Selain isu lingkungan, khutbah juga menyinggung pentingnya spiritualitas di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan modern.
BERITA TERKAIT: