Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan partisipasi lintas kelompok tersebut menjadi bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan asupan protein hewani saat Iduladha.
“Banyak sekali teman-teman kita yang dari non-Muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih di antara 60-an itu, berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum,” kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, bantuan dari nonmuslim bukan dimaksudkan sebagai ibadah kurban dalam konteks agama, melainkan bentuk bantuan sosial untuk masyarakat. Ia menjelaskan, penyaluran hewan di Istiqlal terdiri dari beberapa skema, mulai dari kurban ibadah, dam jamaah haji, hingga bantuan sosial berupa distribusi daging.
“Kalau Idulfitri itu bantuan dalam bentuk karbohidrat. Sedangkan Iduladha ini intinya adalah bantuan dalam bentuk protein hewani,” ujarnya.
Hewan kurban yang diterima Istiqlal berasal dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, sejumlah institusi nonmuslim juga rutin berpartisipasi. Nasaruddin menyebut Gereja Katedral Jakarta dan Hotel Borobudur Jakarta turut menyumbangkan sapi setiap tahun sebagai bentuk bantuan sosial.
“Ada juga tetangga kita Katedral itu ya, juga menyumbangkan sapinya besar juga. Tetangga kita Hotel Borobudur misalnya kan, itu 25 ekor setiap tahun,” tuturnya.
Nantinya, daging kurban tidak dibagikan secara terbuka di area Istiqlal, melainkan disalurkan melalui jaringan masjid binaan, musala, panti asuhan, pesantren, hingga lembaga pendidikan yang telah terdata.
BERITA TERKAIT: