Perbaikan jembatan dilakukan setelah adanya laporan sejumlah warga, termasuk tiga anak sekolah, terjatuh saat melintasi akses tersebut.
Jembatan sepanjang sekitar 10 meter itu diketahui menjadi jalur utama aktivitas warga, baik untuk pendidikan maupun distribusi hasil pertanian.
Arif mengapresiasi semangat swadaya masyarakat yang lebih dulu melakukan iuran mandiri untuk memulai pembangunan jembatan.
Sebagai bentuk dukungan, Arif turut memberikan bantuan stimulan sebesar Rp5 juta guna mempercepat proses pengerjaan.
“Warga Kampung Batu Namprak memiliki budaya kekeluargaan yang luar biasa dengan melakukan patungan iuran secara mandiri,” ujar Arif dalam keterangan resminya, dikutip Kamis 14 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga sehari-hari, terutama anak sekolah dan masyarakat yang membawa hasil bumi.
“Sudah ada tiga orang anak sekolah yang jatuh di sini. Karena itu, kami memutuskan untuk bersama-sama membangun akses yang layak,” kata Arif.
Dia berharap pembangunan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya memajukan daerah.
“Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar dan menjadi langkah kecil untuk kemajuan daerah kita tercinta,” pungkas Arif.
BERITA TERKAIT: