Presiden menilai praktik pengelolaan sumber daya alam yang tidak memberikan manfaat optimal bagi bangsa tidak boleh terus berlanjut.
"Sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka. Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat. Tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, proyek hilirisasi merupakan hasil dari visi jangka panjang para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
"Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat Indonesia, para ilmuwan Indonesia, sehingga wujudlah konsep-konsep ini," katanya.
Presiden juga mengajak para teknokrat, ilmuwan, insinyur, dan akademisi untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan keahliannya bagi kepentingan bangsa serta kesejahteraan rakyat.
"Sekarang saatnya para teknokrat, para ilmuwan, para insinyur, para profesor jadi profesor Merah Putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain," tegas Presiden.
Melalui program hilirisasi dan penguatan tata kelola sumber daya alam, pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah industri nasional, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: